Saturday, October 21, 2017

Menteri ESDM: Asing Dihormati, Domestik Dipenuhi

February 27, 2010 by  
Filed under BBG

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Darwin Zahedy Saleh menegaskan, pemerintah sudah memiliki kebijakan yang jelas dalam membagi-bagi pasokan gas yang dimiliki Indonesia saat ini. Pada dasarnya, seluruh kontrak yang sudah ditandatangani dengan pembeli asing tidak akan diganggu, dan di saat yang sama, kebutuhan dalam negeri akan dipenuhi.

“Pada dasarnya, kami ingin menghormati asing (kontrak tidak diganggu), dan kebutuhan industri di dalam negeri tetap dipenuhi dan menjadi prioritas,” ujar Darwin di Jakarta, Kamis (25/2/2010) sesaat sebelum bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa untuk membahas pasokan gas di tanah air.

Sebelumnya diketahui, pemerintah sudah mengagendakan program revitalisasi pabrik pupuk, salah satunya adalah pengamanan bahan baku utamanya, yakni gas. Revitalisasi industri pupuk direncanakan akan dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap I, dari 14 unit pabrik pupuk urea yang ada, akan diganti lima pabrik pupuk dengan enam pabrik baru, sehingga diharapkan kapasitasnya akan meningkat dari 8,048 juta ton per tahun menjadi 10,443 juta ton. Adapun kebutuhan pasokan gas bumi yang diperlukan meningkat dari 793 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari) menjadi 981 MMSCFD.

Tahap II, pembangunan lima unit pabrik pupuk urea di sumber bahan baku gas Senoro, Tangguh dan Masela dengan kapasitas 5, 775 juta ton per tahun, dengan kebutuhan gas sebanyak 455 MMSCFD.

Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, kemampuan pasokan gas pada revitalisasi tahap I, dari rencana enam pabrik pupuk urea, yang sudah diperoleh indikasi ketersediaan gas baru dua unit yaitu PKT-5 dan PKG-2. Itu pun masih menghadapi permasalahan, yaitu PKT-5 masalah harga gas dan PKG-2 masalah jadwal pasokan. Sedangkan untuk revitalisasi tahap-II, menghadapi permasalahan tingginya harga gas yang ditawarkan.

Pabrik lama

Masalah juga terjadi pada pabrik-pabrik pupuk yang sudah berdiri saat ini. K ontrak-kontrak pasokan gasnya akan berakhir beberapa tahun lagi, sehingga mereka mengalami ketidakpastian tersedianya gas.

Permasalahan pasokan gas tersebut untuk masing-masing BUMN pupuk, dapat terlihat sebagai berikut:
1. PUSRI : Kontrak PUSRI dengan Pertamina EP, akan berakhir tahun 2012, dan setelah itu belum jelas sumber pasokannya. Alternatif yang diusulkan Dirjen Migas adalah relokasi pabrik.

2. PKT : PKT-5, yang merupakan revitalisasi PKT-1, sedang dalam penyelesaian negosiasi harga untuk pasokan sebanyak 80 MMSCFD. Relatif kebutuhan sa mpai tahun 2017 terjamin, kecuali setelah itu diperkirakan ada kelangkaan 114 MMSCFD (setara 2 pabrik dari 5 pabrik yang ada).

3. PIM : sampai tahun 2011 dipasok dari swap (pertukaran) dan atau pembelian kargo setara 11 kargo per tahun. Mulai tahun 2012 dipasok dari Blok A (Medco), tetapi masih mengalami hambatan perpanjangan ijin Medco yang berpotensi menunda pasokan dari Blok A tersebut.

4. PKC : Kontrak Kujang-IA dengan Pertamina EP berakhir tahun 2011, dan setelah itu belum jelas pasokannya, sehingga sejak tahun 2012 akan terjadi kelangkaan 67 MMSCFD (setara 1 pabrik).

5. PKG : PKG-2 merupakan proyek tambahan pabrik 1 unit diharapkan mulai berproduksi tahun 2013, tetapi sumber gas dari Exxon Cepu baru tersedia tahun 2015.

KOMPAS.com
DHONI SETIAWAN

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.