Wednesday, May 24, 2017

Menhut: Izin Koba Tin terancam tak diperpanjang

July 8, 2010 by  
Filed under Alternatif

Izin operasi penambangan timah PT Koba Tin di wilayah Bangka Belitung terancam tidak diperpanjang, bila perusahaan tersebut dinilai tidak mampu memenuhi aturan penambangan yang benar, terutama menyangkut penggunaan kawasan hutan lindung.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan pihaknya tengah mempelajari serta mengevaluasi kembali penambangan yang dilakukan oleh Koba Tin, dalam kaitannya dengan berbagai aturan soal penggunaan kawasan hutan.

Kementerian Kehutanan, lanjut dia, memang tidak mempunyai posisi hukum yang kuat untuk menon-aktifkan penambangan timah yang dilakukan oleh Koba Tin. Pasalnya, kata dia, pihaknya justru dikalahkan oleh Mahkamah Agung, meskipun perusahaan modal asing yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Malaysia Smelting Corp itu terang-terangan melakukan pelanggaran.

“Saya sudah mengirimkan tim ke sana [Bangka Belitung] dan terbukti Koba Tin melakukan penambangan di kawasan hutan lindung. Walaupun kita dikalahkan oleh Mahkamah Agung, kami masih mencari kemungkinan apakah kita bisa melakukan kasasi atau lainnya. Sebenarnya, masa operasi perusahaan itu juga mau habis. Saya mau menghimbau, kalau memang kinerjanya tidak bagus, jangan sampai izinnya kita berikan kembali,” kata dia, hari ini.

Selain pelanggaran yang dilakukan Koba Tin karena menambang di hutan lindung, dia menambahkan, perusahaan itu juga hanya melakukan eksploitasi tanpa memperhatikan aspek lingkungan.

“Kawasan hutan lindung kan tidak boleh untuk tambang. Perusahaan tambang manapun juga diwajibkan untuk melakukan reklamasi. Nah, nanti kami juga akan menilai, bagaimana dan sejauh mana mereka [Koba Tin] melakukan reklamasi.”

Menurut Zulkifli, pihaknya tetap akan memberikan aturan dan sanksi yang menjadi kewenangan Kementerian Kehutanan bagi siapa saja yang melanggar, termasuk Koba Tin sebagai perusahaan multinasional.

“Kalau di kawasan hutan itu kan hak dan wewenang kami. Tentu ada aturan-aturan dan sanksi yang bisa dilakukan oleh Kemenhut, apakah dengan memberikan peringatan pertama, kedua, ketiga, bahkan mencabut izinnya yang di kawasan hutan. Yang jelas, kalau hasil kajian nantinya tidak bagus, ya kita cabut,” tutur Zulkifli.

Untuk diketahui, Kontrak Karya (KK) Koba Tin seharusnya berakhir pada 2003, tetapi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang ketika itu dijabat oleh Purnomo Yusgiantoro memperpanjang KK tersebut hingga 2013.

Padahal, sejak beroperasi pada 1973, perusahaan itu dinilai tidak banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Serumpun Sebalai itu. Selain itu, Koba Tin juga melakukan pelanggaran karena membeli pasir timah dari luar KK dan menampung timah ilegal dari penambang liar.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.