Monday, March 27, 2017

MDB kaji tawaran saham divestasi Newmont

April 2, 2010 by  
Filed under Alternatif

Pemprov Nusa Tenggara Barat tengah mengkaji penawaran 7% saham divestasi 2010 PT Newmont Nusa Tenggara yang ditawarkan kepada Pemerintah Indonesia senilai US$444,079 juta atau lebih tinggi dibandingkan dengan nilai 7% saham divestasi 2009 sebesar US$247 juta.

Komisaris PT Daerah Maju Bersama (DMB)–perusda milik pemprov Nusa Tenggara Barat–Hariyadi Rachmat mengatakan DMB dan PT Multi Daerah Bersaing [MDB]kini tengah mengkaji penawaran saham 7% itu.

“Kami tengah mengkajinya. Yang jelas, kajian itu tidak akan melewati batas waktunya. Batas waktunya, kemungkinan September. Sebaiknya menanyakan hal itu kepada Pak Andy Hadiyanto [Dirut DMB],” ujarnya kepada Bisnis.com hari ini.

MDB merupakan perusahaan patungan yang dibentuk pemprov NTB melalui DMB dengan PT Multi Capital Indonesia (Grup Bakrie). Penawaran saham 7% sebagai program divestasi 2010 Newmont itu itu tidak jauh berbeda dengan tawaran awal 2009, yakni US$348 juta atau sekitar Rp3,8 triliun dengan valuasi 100% aset mencapai US$4,97 miliar, kendati akhirnya disepakati menjadi US$247 juta.

Sebelumnya, Dirjen Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan telah mengumumkan Newmont telah memasukkan penawaran saham divestasi 2010 kepada pemerintah sesuai batas waktu yang dijanjikan pada akhir Maret.

“Nilainya [7% saham divestasi 2010] sebesar US$444,079 juta. Memang lebih mahal dibandingkan dengan divestasi 2009, tetapi itu kan penawaran mereka [Newmont],” ujarnya.

Tingginya nilai saham yang ditawarkan, lanjutnya, dihitung berdasarkan pertimbangan perusahaan yang sudah memasukkan fase 6 dan 7 untuk pengembangan tambang Batu Hijau.

Menurut dia, Newmont telah menunjukkan iktikad baik dengan mengajukan penawaran saham divestasi 2010 sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, yakni hingga akhir Maret 2010.

Dia menjelaskan Pemerintah Indonesia memiliki waktu hingga 30 hari sejak penawaran yang dikirimkan oleh Newmont, untuk memutuskan akan membeli atau tidak.

“Prosesnya sama seperti yang sudah-sudah. Setelah mereka [Newmont] memberi penawaran, kita berunding lagi mengatur harga, kemudian mengirimkannya ke Menteri Keuangan [Sri Mulyani Indrawati], apakah pemerintah akan membeli atau tidak.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.