Sunday, July 23, 2017

Maut Mengintai di Teluk Meksiko

May 5, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Fort Jackson – Sekujur tubuh burung northern garnet itu berlumur minyak hitam yang lengket. Begitu pula paruh runcingnya yang panjang. Tak terlihat lagi warna asli bulunya yang putih dengan kepala kuning cerah.

Burung itu ditemukan saat berusaha berenang di lepas Pantai Louisiana, yang kini tertutup lapisan tumpahan minyak dari meledak dan tenggelamnya anjungan minyak lepas Deepwater Horizon milik British Petroleum di Teluk Meksiko, hampir dua pekan lalu. Lapisan minyak tebal yang lengket itu membuat burung tersebut tak bisa terbang.

Burung muda itu sungguh beruntung ditemukan oleh awak penyelamat. Umumnya burung dan satwa laut yang terkena minyak akan mati dalam hitungan hari, bahkan beberapa jam saja.

Tumpahan minyak itu memang mematikan. Selain beracun, tar dan minyak yang lengket membuat bulu burung kehilangan lapisan insulasi, yang melindunginya dari air, angin, dan matahari. Bila tertelan, minyak mentah itu akan merusak organ dalam unggas tersebut.

Burung itu dibawa ke Fort Jackson, sekitar 115 kilometer sebelah tenggara New Orleans, untuk dibersihkan. Tak mudah membersihkan tumpahan minyak yang melekat di bulu burung. Para petugas Tri State Bird Rescue and Research di Delaware, Amerika Serikat, menggunakan sabun pencuci piring Dawn biru untuk menyikat burung itu agar terbebas dari minyak yang menempel. Detergen tersebut memang biasa digunakan untuk membersihkan binatang.

Tak hanya memandikan, para petugas juga mencekoki burung itu dengan Pepto Bismol, yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan pencernaan ringan, untuk melindungi burung dari kemungkinan adanya minyak yang tertelan.

Northern garnet itu adalah burung pertama yang ditemukan dan dibersihkan pada Jumat malam lalu, namun para petugas penyelamat memperkirakan masih banyak lagi binatang yang membutuhkan pertolongan mereka.

Untuk mencegah kawanan burung terjebak dalam “kubangan” minyak, petugas perlindungan alam mencoba menggunakan strategi pengusiran burung. Mereka juga menembakkan canon bersuara keras untuk mencegah burung mendatangi perairan tersebut.

Pusat rehabilitasi alam kelautan di Mississippi juga bersiap menerima ratusan mamalia laut dari Texas hingga Florida yang kemungkinan terkena lumpur. Institut Studi Mamalia Laut di Gulport telah menyiapkan ruang pemeriksaan, necropsy dan operasi, mesin ultrasonografi dan sinar-X, serta beragam obat-obatan. Mereka juga memuat freezer dengan ikan beku untuk makanan para pasien. Fasilitas nirlaba itu juga memiliki delapan kolam renang besar, yang telah dibersihkan dan dipersiapkan untuk menampung penyu, manatee, dan lumba-lumba.

Para ilmuwan mengatakan tumpahan minyak tersebut merupakan pukulan berat bagi ikan di perairan itu. Beberapa jenis ikan memang bisa berenang menjauhi minyak ke perairan yang bersih. Namun lumba-lumba tak bisa menghindari hamparan minyak yang mengapung di permukaan laut. Mamalia laut itu harus naik ke permukaan dua kali dalam semenit untuk bernapas. Mereka akan menghirup asap minyak.

Direktur pusat rehabilitasi Dr Moby Solangi mengatakan situs itu akan menjadi pusat bagi mamalia laut yang terkena dampak tumpahan minyak. Ia menambahkan, terdapat sekitar 5.000 lumba-lumba di kawasan Teluk Meksiko, antara perairan Mississipppi, Louisiana, dan anjungan Deepwater Horizon. “Banyak di antara mamalia laut itu yang diperkirakan tengah melahirkan pada musim ini,” katanya.

Kasus kebocoran minyak terburuk sepanjang sejarah Amerika itu terjadi bertepatan dengan musim perkembangbiakan berbagai spesies satwa yang menghuni perairan tersebut. Udang kecil juga baru menetas dan berukuran baru beberapa milimeter. Buaya muara juga bakal terkena dampak karena musim bertelur mereka sudah di ambang mata, dan berisiko menelan minyak ketika makan.

Selain itu, tiba waktunya bagi banyak burung migran datang dan beristirahat di rawa paya dan pulau-pulau kecil di kawasan tersebut. Beberapa di antara burung itu berhenti untuk istirahat setelah terbang jauh dari Amerika Selatan. Namun banyak burung lain yang sengaja datang untuk bertelur dan bersarang di rawa dan pantai.

Tumpahan minyak yang diperkirakan mencapai 200 ribu galon setiap hari itu dikhawatirkan juga akan mengkontaminasi lahan basah di Pantai Louisiana, yang menjadi area favorit ikan, udang, dan kepiting untuk berkembang biak. Kawasan rawa paya itu juga menjadi tempat tinggal tiram dan tempat peristirahatan utama bagi 110 spesies burung migran. Secara keseluruhan, tak kurang dari 400 spesies, termasuk paus dan penyu langka, terancam oleh tumpahan minyak.

“Tiga perempat burung air yang pergi ke utara dan selatan berhenti di lahan basah itu,” kata Mark Floegel, peneliti Greenpeace. “Penyu di Teluk juga akan mendatangi pantai untuk bertelur dan bayi tukik harus mengarungi minyak lengket itu untuk mencapai laut.”

Floegel memperingatkan bahwa perlu waktu beberapa dasawarsa bagi lingkungan lahan basah itu untuk pulih kembali. Sekitar 180 kilometer oil boom, yang dipasang untuk mencegah hamparan minyak mencapai pantai, juga tak memadai untuk melindungi ribuan kilometer garis Pantai Louisiana, yang merupakan 40 persen lahan basah Amerika. “Area itu amat luas,” ujarnya. “Mungkin boom di seluruh dunia tak akan cukup untuk melindungi apa yang harus dilindungi.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.