Tuesday, May 30, 2017

Masalah gas sudah jadi benang kusut

March 24, 2010 by  
Filed under BBG

Dorodjatun Kuntjoro Jakti, Mantan Menko Perekonomian di era Megawati Soekarno Putri, berpendapat problem gas di dalam negeri yang terjadi setiap tahun sulit dituntaskan bahkan kini telah menjadi benang kusut.

Menurut dia, persoalan defisit gas sebagian besar disebabkan mahalnya investasi pembangunan infrastruktur dan pemasaran. “Pengalaman saya, hampir semua masalah itu menyangkut project financing. Setelah ditemukan gas, siapa yang mau mengeksplorasi dan siapa yang mau beli? Waktu menjabat sebagai Menko, saya juga menghadapi masalah gas di Tangguh,” katanya ketika ditemui di sela-sela pemaparan prospek industri makanan dan minuman nasional, hari ini.

Dorodjatun, yang kini menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Garuda Food Putra Putri Jaya, mengatakan pada saat itu British Petroleum tertarik untuk mengeksplorasi sumber gas Tangguh, tapi Indonesia terbentur dari sisi pemasaran.

“Saat itu, siapa yang mau beli sedangkan pesaing kita [di industri pengeboran ini] ada 10 negara antara lain Qatar,” ujarnya. Untuk itu, Dorodjatun menegaskan eksplorasi sumur-sumur gas baru maupun lama dan aspek pemasaran harus terus dilakukan secara sinergis.

“Tidak ada sumur-sumur kita yang sebesar atau yang mampu mengalahkan Qatar maupun Australia. Kita itu jadi price taker terus, bukan price maker,” tandasnya.

Saat itu, menurut dia, harga minyak masih US$20 per barel. “Begitu saya keluar [tidak lagi menjabat Menko Perekonomian], harga minyak sudah US$40 per barel. Artinya, gas sebagai alternatif energi semakin dibutuhkan,” ucapnya.

Selain itu, problem di sektor gas datang ketika pemerintah harus mematok harga jual gas dan kontrak pengiriman. “Kadang-kadang kita terbentur pada harga pasar saat itu serta kemampuan kita memproyeksikan harga ke depan juga sangat sulit,” jelasnya.

Namun, kondisi itu juga dialami hampir semua negara, bukan hanya Indonesia. “Karena itu, problem defisit gas industri yang hampir terjadi setiap tahun ini lambat laun bisa menjadi benang kusut. Butuh waktu panjang untuk mengurainya. Jika kita bertekad, tidak ada hal yang mustahil,” tuturnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.