Saturday, March 25, 2017

Pekan depan, masalah gas Donggi-Senoro tuntas

May 21, 2010 by  
Filed under BBG

Menteri ESDM akan memutuskan masalah alokasi gas dari ladang Donggi-Senoro paling lambat pekan depan.

Menteri Koordinasi Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan karena masalah tersebut diambil-alih oleh Wakil Presiden, maka untuk memutuskannya dibutuhkan rekomendasi dari yang bersangkutan.

Untuk itu, Wapres telah meminta masukan dari berbagai pihak dan hasilnya berupa rekomendasi telah dilimpahkan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Energi Darwin Z Saleh untuk memutuskannya, paling lambat pekan depan. “Minggu depan akan kita putuskan. Apapun keputusannya, Menteri ESDM harus membuat keputusan (soal Donggi-Senoro),” ujarnya siang ini.

Sebelumnya kepada wartawan dia menilai salah satu opsi yang saat ini paling ideal sebenarnya adalah 70% diekspor dan sisanya 30% untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Meski hanya 30%, Hatta menilai pasokan gas tersebut mencukupi untuk mendukung revitalisasi pabrik pupuk dan pembangkit listrik.

“70% diekspor dan 30% untuk dalam negeri adalah yang paling tepat. Karena 30% itu bisa dikembangkan pemerintah daerah untuk mengembangkan pabrik pupuk di sana dan listrik. Ini disesuaikan dengan kemampuan gas balance kita,” paparnya.

Terkait penentuan harga gas, Hatta memastikan penjualan dari ladang Donggi-Senoro berbeda dengan penjualan gas dari ladang Tangguh ke China. Kali ini, harga gas Donggi-Senoro akan menyesuaikan dengan harga minyak rata-rata dalam negeri (ICP).

“Misalnya kalau ICP US$80-an, maka harga gasnya US$6 MMBTU belum berupa LNG, baru dari sumur. Kalau LNG yang sudah diproses, maka harganya naik lagi. Itu cukup baik, beda sama sekali dengan yang kita jual ke China,” paparnya.

Hatta Rajasa mengatakan dalam pembahasan bersama dengan Wakil Presiden Boediono baru-baru ini terungkap neraca gas nasional sebenarnya cukup aman. Namun, distribusinya terkendala oleh keterbatasan infrastruktur untuk mengangkut keluar gas dari ladangnya.

“Bahkan akan ada oversuply gas dari Mahakam Super Blok. Masalahnya adalah karena LNG tidak bisa dibawa karena tidak ada receiving terminal,” tuturnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.