Friday, May 26, 2017

7 KKKS dituntut mampu penuhi lifting Minyak 965.000 bph

May 21, 2010 by  
Filed under BBM

Pemerintah menuntut produksi (lifting) minyak yang lebih tinggi dari tujuh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pada tahun ini dibandingkan 2009 untuk mengejar produksi yang dipatok 965.000 barel per hari.

Menurut dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pok kebijakan Fiskal 2011 yang diperoleh Bisnis.com hari ini, ketujuh KKKS itu adalah PT Pertamina EP dari 125.500 bph menajdi 128.000 bph, Conoco Philips Blok B (Natuna) dari 50.000 bph menjadi 54.000 bph, BP Indonesia (ONJW) dari 24.500 bph menjadi 26.800 bph, dan Exxon Mobil (Cepu) dari 4.500 bph menjadi 20.000 bph.

Kemudian Petrochina Jabung (Jambi) dari 19.000 bph jadi 19.400, CICO+Chevron Makasar dari 27.200 bph menjadi 28.700 bph, dan Conoco Philips (Corridor Block) dari 12.600 bph menjadi 13.200 bph.

Sementara itu, produksi sembilan KKKS lainnya diperkirakan menyusut. KKKS itu adalah PT Chevron Pacific Indonesia dari 384.00 bph menjadi 370.000 bph, Total Indonesia E&P dari 93.300 bph jadi 93.000 bph, CNOOC dari 44.000 bph jadi 42.000 bph, dan Medco Sumatera dari 29.900 bph menjadi 26.400 bph.

Lalu BOB-Pertamina-Bumi Siap Pusako dari 23.300 bph jadi 22.100 bph, VICO dari 15.900 bph jadi 12.800 bph, Kondur Petrolium dari 9.700 bpj jadi 9.300 bph, dan Hess (Ujung Pangkah) dari 9.500 bph jadi 7.000 bph.

Menurut pemerintah, terdapat beberapa factor yang dapat menghambat pencapaian target lifting, a.l. faktor penurunan produksi alamiah sekitar 12% per tahun, dampak diberlakukannya UU No.32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Masalah lainnya adalah soal tata ruang dan tumpang tindih lahan kawasan hutan, dan masalah perpanjangan kontrak KKKS yang akan berakhir dalam beberapa tahun ke depan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.