Monday, May 22, 2017

lawan Lirik Petroleum, Pertamina ajukan banding di PN Jakarta Pusat

April 18, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina EP akan menempuh upaya banding ke Pengadilan Tinggi terhadap keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak upaya hukum perusahaan migas itu terhadap putusan ICC yang memenangkan PT Lirik Petroleum.

PR Manager PT Pertamina EP Mochamad Harun mengemukakan persero segera menempuh upaya banding ke Pengadilan Tinggi karena keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sangat kontroversial.

“Langkah banding itu merupakan langkah lanjutan sebagai upaya Pertamina untuk mempertahankan kekayaaan negara dan menghindari kerugian yang lebih besar,” ujarnya hari ini.

Kemarin, Pengadilan Negeri Jakarta Jakarta telah menolak upaya hukum berupa perlawanan terhadap eksekusi putusan International Court of Arbitration melalui International Chamber of Commerce yang memenangkan gugatan PT Lirik Petroleum terhadap Pertamina dan Pertamina EP.

Harun menilai proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sangat janggal. Kejanggalan itu, tambahnya, Ketua majelis hakim yang memeriksa perkara perlawanan eksekusi ini yakni Sugeng Riyono adalah majelis hakim yang sebelumnya mengalahkan Pertamina dengan keputusan kontroversial untuk perkara permohonan pembatalan putusan arbitrase perkara Lirik.

Selain itu, dia menambahkan, proses persidangan pada perkara sebelumnya yang dipmpin hakim yang sama juga terdapat banyak fakta-fakta yang bertentangan dengan hukum sehingga Pertamina dikalahkan.

“Hal ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik-praktik hukum yang tidak wajar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Oleh karena itu Pertamina mendorong upaya Pemerintah untuk memberantas mafia hukum agar tidak merugikan kepentingan negara yang lebih besar,” tandasnya.

Harun menjelaskan kontroversi keputusan majelis hakim dapat terlihat pada adanya eksepsi terlawan (PT Lirik Petroleum) yang sebelumnya ditolak oleh majelis hakim.

Namun dalam pertimbangan hukumnya pada pokok perkara, tuturnya, majelis hakim menggunakan alasan yang sama dengan apa yang didalihkan dalam eksepsi terlawan.

Menurut dia, penggunaan eksepsi yang telah ditolak sebagai pertimbangan pokok Majelis tentu mengakibatkan tidak tercapainya tujuan dari proses hukum yakni mendapatkan kepastian hukum.

“Hal lain yang juga kontroversial adalah ketidakmampuan PT Lirik Petroleum untuk memenuhi persyaratan dalam melakukan pendaftaran putusan arbitrase internasional sesuai dengan ketentuan pasal 67 UU Arbitrase.”

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.