Sunday, March 26, 2017

Pemerintah Evaluasi Program Konversi elpiji 3 Kg

May 20, 2010 by  
Filed under BBG

Jakarta – Pemerintah tengah mengevaluasi program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg. Evaluasi ini dilakukan mengingat banyaknya kecelakaan akibat bocornya elpiji 3 kg akhir-akhir ini.

Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo usai menghadiri acara pameran dan konvensi The Indonesian Petroleum Association (IPA), di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (19/5/2010).

“Yang lakukan evaluasi itu bukan hanya Ditjen Migas tapi ada tim pendamping yang juga ikut serta. Tim pendamping yang terdiri dari lintas lembaga yaitu Pertamina BPKP, Bareskrim dan Ditjen Migas,” ujar Evita.

Evita menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan menunjukkan bahwa kecelakaan akibat tabung elpiji 3 kilogram bukan disebabkan oleh meledaknya tabung. Kecelakaan tersebut, lanjut Evita, karena masalah selang dan regulator yang sudah mulai rusak.

“Kami juga bicara dengan lab forensic. Itu sebagian besar karena masalah selang dan regulator yang tidak benar,” ungkapnya.

Untuk mengurangi kecelakaan tersebut, maka diperlukan sosialisasi mengenai tata cara pemeliharaan selang dan regulator yang baik dan benar. Pasalnya data statistik menunjukkan dari 2007 hingga sekarang jumlah kecelakaan itu kan semakin tinggi.

“Sekarang kami titipkan ke Pertamina untuk memulai sosialisasikan ini. Kami (pemerintah) akan melakukan sosialisasi tapi kami tunggu anggarannya turun dulu,” tegasnya.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) diminta untuk mengevaluasi program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg seiring banyaknya kecelakaan akibat bocornya elpiji 3 kg akhir-akhir ini.

Pemerintah sebagai pencetus program konversi, seharusnya terus mengontrol kegiatan ini, bukan lalu menyerahkan seluruh tanggung jawabnya kepada Pertamina.

Setidaknya, imbuh dia, pemerintah membantu Pertamina dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat kelas menengah bawah bagaimana menggunakan elpiji ini dengan baik agar kecelakaan tersebut dapat dihindari.

“Secara konsep program ini sangat bagus. Tapi harusnya jangan setelah ini diterapkan, lalu ditinggalkan begitu saja oleh pemerintah,” kata pengurus harian Tulus Abadi.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Erie Purnomohadi. Ia menilai pemerintah seperti angkat tangan dalam pelaksanaan program ini.

Kini, lanjut dia, Pertamina tidak hanya menangani masalah penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi, tapi juga masalah sosialisasi dan juga kecelakaan akibat bocornya elpiji 3 kg.

“Jangan hanya beban ini ditanggung Pertamina sendirian. Dia harus konversi, harus sosialiasasi, harus tanggulangi kecelakaan dengan asuransi segala macam, padahal itu semua bukan hanya tanggung jawab Pertamina, tapi juga pemerintah,” tegasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.