Sunday, January 22, 2017

Konversi bahan bakar harus ubah aturan pasok gas

July 25, 2010 by  
Filed under BBG

Kalangan Komisi VII DPR menilai keinginan pemerintah untuk meningkatkan percepatan pengembangan mobil ramah lingkungan dengan melakukan konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) harus didukung dengan perubahan kewajiban pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) hingga 100%.
Anggota Komisi VII Romahurmuziy mengungkapkan pemerintah seharusnya bisa memenuhi kebutuhan gas dalam negeri secara keseluruhan, termasuk industri otomotif asalkan ada keberpihakan penuh pasokan gas dalam negeri.
“Negara ini seharusnya bisa memenuhi kebutuhan gas dalam negeri, tanpa terkecuali jika memang keberpihakan kita kepada kepentingan nasional itu maksimal, yakni gas itu 100% domestic, manakala dibutuhkan,” kata dia.
Menurut dia, pemenuhan 100% kebutuhan gas dalam negeri bisa dilakukan dengan merubah regulasi mendasar, terutama menyangkut ketentuan wajib pasok dalam negeri (domestic market obligation/DMO) gas dalam UU Migas. Pemerintah, kata dia, seharusnya mencantumkan kewajiban pasok dalam negeri itu secara tegas dalam UU migas secara afirmatif dengan keberpihakan penuh.
“Sekarang kan DMO gas itu hanya 25% saja. Seharusnya kepada siapapun kontraktor atau perusahaan yang mau mengembangkan gas di sini, harus menjualnya di dalam negeri.
Dengan begitu, siapapun dan industri apapun bisa mendapatkan gas. Tentu ini membutuhkan waktu dan perubahaan regulasi yang mendasar,” tutur Romahurmuziy.
Untuk diketahui, Wakil Presiden Boediono menantang para pelaku usaha industri otomotif untuk mempercepat pengembangan mobil ramah lingkungan dengan melakukan konversi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).
Boediono mengatakan pemerintah siap mendukung penuh dan berkoordinasi dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk mewujudkan konversi ini karena teknologinya itu sudah tersedia. Di sisi lain, pengamat energi ITB Rudi Rubiandini menilai keinginan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan BBG di dalam negeri juga harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan stabilitas harga bahan bakar tersebut.
“Apakah pemerintah siap membangun infrastruktur BBG? Bisa saja kendaraan dipicu menggunakan BBG kalau hargnya tinggi, kalau rendah tidak akan bisa,” kata dia.
Persoalan pengembangan BBG tersebut, dia menambahkan terletak pada bisnis dan harga jual bahan bakarnya. Dari sisi teknologi, kata dia, industri otomotif sebenarnya siap menggunakan BBG sejak lima tahun lalu.
“Bukan hanya menggunakan BBG, dengan elpiji juga bisa. Yang tidak siap itu, apa kita bisa menyiapkan stasiun BBG dan apakah siap dengan kontinuitas pasokannya? Sekarang saja industri menjerit,” tutur Rudi.

Comments

One Response to “Konversi bahan bakar harus ubah aturan pasok gas”
  1. Enro says:

    Betul.
    Kebutuhan dalam negri harus diutamakan daripada export. kalau alasan mendapatkan devisa, itu kurang masuk akal. karena apabila gas domestik dipenuhi, maka devisa otomatis meningkat dari hssil produksi dalam negri. pajak akan meningkat, penerimaan negara tentu meningkat.

    Untuk para pengambil kebijakan, semoga bisa berfikir jangka panjang, tidak hanya berfikir sesaat. PLN Butuh gas, Pabrik Pupuk Butuh Gas, Industri dalam negri butuh gas. penuhi itu, niscaya negara ini bisa lebih maju jika kebijakan yang diambil tepat.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.