Tuesday, October 24, 2017

Kongres Geothermal Diharapkan Sedot Investasi US$ 12 Miliar

March 25, 2010 by  
Filed under Geothermal

Penyelenggaraan World Geothermal Congress keempat yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-30 April 2010 diharapkan mampu memikat masuknya investasi baru sekitar US$ 12 miliar.

Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi, Bambang Setiawan mengatakan, pemerintah berencana untuk menawarkan investasi pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 3.977 MW yang masuk dalam proyek 10.000 MW tahap II.

“Investasinya kan sekitar US$ 3 juta per MW, sedangkan PLTP dibangun sekitar 3.977 MW, jadi tinggal dikalikan saja. Kami harapkan mereka bisa masuk di situ,” kata Bambang di Jakarta, Kamis.

Menurutnya, kongres ini begitu strategis bagi Indonesia. Pasalnya, saat ini Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Sebesar 40% dari potensi di dunia tercatat berada di Indonesia. Namun sayangnya, dari 28.000 MW potensi tersebut baru sekitar 4% atau sekitar 1.198 MW yang sudah dimanfaatkan.

“Dengan adanya keberpihakan pemerintah ke panas bumi sebagai energi pengganti fosil ini akan membuat investor tertarik masuk ke panas bumi,” tegasnya.

Rencananya, Indonesia akan menjadi tuan rumah World Geothermal Congres ke empat pada tanggal 25-30 April 2010. Kongres yang dilaksanakan di Bali International Convention Center tersebut akan dihadiri oleh 2.500 peserta dari 80 negara dan akan dibuka oleh Presiden RI.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menambahkan, pertemuan ini merupakan salah satu wujudnya komitme Indonesia dalam rangka mempercepat pemanfaatan energi panas bumi dan penghargaan dunia internasional terhadap peran Indonesia dalam bidang panas bumi serta mewujudkan Indonesia menjadi lumbung dan kiblat energi panas bumi dunia.

“Untuk itu pemerintah memberikan dukungan yang kuat dalam penyelenggaraan acara ini sebagai sarana promosi dan investasi bagi pengembangan panas bumi di Indonesia,” terangnya.

Potensi Panas Bumi

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan Geologi R Sukyar menyatakan, potensi panas bumi Indonesia telah bertambah dari 27.000 Megawatt (MW) menjadi 28.000 MW. Potensi tersebut setara dengan 12 miliar barel minyak.

“27.000 MW itu data sepuluh tahun lalu, sekarang sudah menjadi 28.000 MW. Jadi potensinya besar sekali, sekarang cadangan minyak kita hanya sebesar 6 miliar barel,” katanya.

Beberapa bilayah panas bumi yang baru antara lain Kebar, Manokwari, Papua Barat (25 MW),Tehoru, Maluku Tengah (75 MW), Banda Baru, Maluku Tengah (75 MW), Pohon Batu, Maluku Tengah (50 MW), Kelapa Dua, Maluku Barat (25 MW), Lili, Polewali Mandar, Sulawesi Barat (75 MW), Mapili, Poweli Mandar, Sulawesi Barat (50 MW), dan Alu, Polewali Mandari, Sulawesi Barat (25 MW).

Sukyar menjelaskan, dari 28.000 MW tersebut hingga kini baru 1.198 MW  yang dimanfaatkan. Dalam kebijakan energi nasional, pemerintah menargetkan peningkatan penggunaan panas bumi di Indonesia akan meningkatkan pemanfaatan panas bumi menjadi sebesar 9.500 MW pada 2025.

Dalam proyek 10.000 MW tahap II, imbuh Sukyar, tercatat akan dibangun 3.977 MW pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Dengan adanya tambahan tersebut berarti total PLTP yang beroperasi di Indonesia nantinya akan menjadi 5.000 MW. “Ini bisa menggantikandengan 2,4 miliar barel minyak,” tandasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.