Thursday, March 30, 2017

Kodeco energy minta maaf terkait pipa gas

October 31, 2010 by  
Filed under BBG

Operator migas asal Korea Selatan, Kodeco Energy Co Ltd menyatakan permintaan maafnya kepada para pelaku usaha di Jawa Timur terkait dengan gangguan yang menyebabkan kerugian usaha akibat keberadaan pipa gas yang melintang di alur pelayaran barat Surabaya.

Pernyataan permintaan maaf kepada publik yang pertama kali sejak polemik pipa gas bawah laut  mencuat pada 2008 itu  disampaikan Vice President Operational Kodeco Energy Imron Asjhari di hadapan pengurus teras Kadin Jatim dan sejumlah pelaku usaha di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya akhir pekan lalu.

“Kodeco menyampaikan permintaan maaf kepada para pelaku usaha khususnya atas semua masalah ini [pipa gas yang melintang di APBS] bila telah mengganggu perekonomian masyarakat Jatim,” kata Imron saat berkunjung ke Graha Kadin Jatim.

Secara khusus Imron menyadari bila keberadaan pipa gas itu telah menimbulkan banyak problem serta kesulitan usaha bagi pelaku usaha dan masyarakat di Jatim.

“Untuk itu Kodeco berharap banyak masukan dari kalangan pelaku usaha khususnya Kadin Jatim agar persoalan ini bisa dituntaskan secara bersama termasuk proses pemendaman pipa gas itu,” ujarnya.

Imron menambahkan sesuai dengan kesepakatan bersama dengan pemerintah, Kodeco akan melakukan dua langkah untuk menyelesaikan kasus pipa tersebut.

Pertama, untuk sementara, pipa akan diperdalam minus 19 low water spring (LWS). Proses pemendaman atau pendalaman itu akan tuntas pada Februari 2011.

Langkah kedua, lanjut dia, Kodeco akan memindahkan pipa itu dalam jangka waktu 2 tahun mendatang.

“Kodeco pada prinsipnya masih berkomitmen atas kedua hasil kesepakatan itu, dan kini prosesnya tengah dikerjakan khususnya pada langkah pertama,” tegasnya.

Dia menyatakan jadwal pendalaman pipa minus 19 LWS terbagi dalam dua tahap.

“Pendalaman pipa untuk crossing [melintang alur] I kilometer point 35-36 ditarget selesai pada 24 November 2010. Adapun untuk crossing II di kilometer point 44-46 ditarget selesai Februari 2011.”

Imron mengungkapkan pihaknya telah melakukan antisipasi atas adanya kejadian luar biasa (force majeure) yang berpotensi ledakan dengan menggunakan automatic shutdown system.

“Sistem itu secara otomatis akan menutup sumur jika terjadi apa-apa. Gas bisa cepat dialirkan dan pipa segera kosong,” katanya.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti menyatakan pihaknya menerima permintaan maaf Kodeco itu, namun akan tetap mengawasi proses pemendaman pipa agar para pelaku usaha dapat menjadi lebih tenang, sehingga di mata internasional keamanan APBS bisa dijaminkan.

“Pelabuhan Tanjung Perak merupakan gerbang perekonomian Jatim dan Indonesia Timur, sehingga keamanan APBS menjadi utama agar dunia Internasional yang akan melakukan perdagangan dapat percaya. Prinsip inilah yang mendasari sikap keras Kadin atas penyelesaian pipa Kodeco itu,” kata Nyalla kepada Bisnis, hari ini.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.