Wednesday, May 24, 2017

Kideco kembali dapat izin operasi

July 8, 2010 by  
Filed under BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memutuskan kembali mengizinkan PT Kideco Jaya Agung, anak perusahaan PT Indika Energy Tbk untuk membuka lahan tambangnya sejak 5 Juli menyusul adanya perbaikan signifikan yang dilakukan perusahaan.

Senior Vice President Indika Energy Retina Rosabai mengatakan operasi tambang perusahaan dihentikan pekan lalu akibat terjadinya kecelakaan tambang yang merenggut korban jiwa. Korban merupakan pekerja tambang dari PT Pama Persada, yang merupakan kontraktor perusahaan.

“Perusahaan kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kideco telah menerima surat dari Kementerian ESDM untuk memulai kembali operasi pertambangan di Kalimantan Timur efektif pada 5 Juli,” katanya melalui siaran pers perusahaan hari ini.

Dari peristiwa tersebut, katanya, Kideco mengevaluasi dan akan mengimplementasikan prosedur keamanan yang lebih ketat untuk memastikan seluruh tenaga kerja dan kontraktor mematuhi protokol keamanan. “Keamanan pekerja kami dan semua yang bekerja di lapangan, merupakan hal terpenting dan bukan suatu yang bisa dikompromikan.”

Sebelumnya, Sekretaris Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi Kementerian ESDM Witoro Sularno mengatakan pemerintah memberi waktu kepada Kideco untuk memaparkan rencana perbaikan operasi tambangnya kepada pemerintah pada 2 Juli. Apabila menurut penilaian pemerintah diyakini perusahaan mampu memperbaiki operasinya, tutur Witoro, Kideco bisa memulai operasi tambangnya pada 5 Juli.

Beberapa aspek perbaikan yang ingin diketahui pemerintah dari Kideco, di antaranya pembersihan lahan yang harus benar-benar diawasi sistemnya untuk mengurangi bahaya dan penggunaan operator terlatih. Selain itu, Kideco juga harus bertanggung jawab terhadap kinerja, baik kontraktor maupun manusianya.

Dia mengatakan lokasi kejadian kecelakaan tambang terakhir sebenarnya hanya di satu lapangan yang dioperasikan oleh PT Pama Persada, dari beberapa lapangan yang masuk dalam wilayah kerja Kideco. Namun, tuturnya, lapangan lain terpaksa dihentikan setelah ada rekomendasi dari inspektur tambang.

Selama enam bulan pertama tahun ini, anak perusahaan PT Indika Energy Tbk itu telah mengalami lima kecelakaan tambang dan dua kecelakaan kerja. Peristiwa-peristiwa itu telah menelan korban sebanyak lima orang meninggal dan dua luka-luka.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.