Saturday, March 25, 2017

Ketua Badan Anggaran: BP Migas Menipu Presiden

April 26, 2010 by  
Filed under BBM

– Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyt Harry Azhar Azis menuding Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah menipu Presiden soal target produksi minyak mentah (lifting) pemerintah.

“Kalau dulu kesepakatannya 965 ribu barel per hari, sekarang kesanggupannya hanya segitu (917-955 ribu barel) berarti BP Migas dan Kementerian Energi sudah menipu Presiden dengan melaporkan angka yang salah. Seharusnya dulu sebelum sepakat mereka sudah mengkaji semua kontrak yang ada,” katanya kepada Tempo, Ahad (25/4).

Belum ada kesepakatan resmi antara pemerintah dengan DPR mengenai revisi target produksi minyak mentah yang diangkat (lifting). “Belum ada usulan resmi yang ditandatangani Presiden. Jadi kalau mereka menurunkan target lifting tapi belum ada kesepakatan resmi dengan Dewan melalui usulan resmi pemerintah berarti ada pelanggaran undang-undang. Ada sanksinya,” ujar Harry.

Harry menolak mengomentari solusi Badan Anggaran untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri seiring penurunan target produksi, apakah melalui impor atau mengunakan solusi lainnya. “Saya tidak mau melangkah ke situ. Saya mau menyelesaikan permasalahan dari mana angka-angka ini muncul. Mereka harus menjelaskannya,” tuturnya.

Dalam Anggaran Pendapat dan Belanja Negara (APBN) 2010, pemerintah dan Dewan telah menyepakati target lifting sebesar 965 ribu barel per hari. Tapi beberapa waktu lalu kontraktor kerja sama melaporkan kepada BP Migas bahwa kemampuan produksinya hanya 876 ribu barel per hari, atau lebih rendah 89 ribu barel dari kesepakatan APBN 2010.

Kepala Badan Pelaksana R.Priyono lalu memberikan target produksi antara 917-955 ribu barel per hari. Data dari Januari hingga pertengahan April 2010, rata-rata produksi minyak mencapai 955.980 barel per hari. Sedang rata-rata lifting sebesar 922.482 barel per hari.

“Kami sebenarnya sedikit khawatir dengan munculnya angka 917 ribu barel karena tidak pernah ada dalam rapat koordinasi dengan Badan Pelaksana sebelumnya,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Evita Herawati Legowo dengan gusar.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.