Thursday, July 27, 2017

Kerja sama Pertamina & 2 BUMD dimulai

November 6, 2010 by  
Filed under BBM

PT Pertamina EP dan dua BUMD yakni PT Sarana Patra Jaya dan PT Blora Patra Energi hari ini menandatangani perjanjian kerja sama produksi minyak bumi pada 74 sumur tua.

Presiden Direktur Pertamina EP Salis S. Aprilian menyebutkan sumur tua yang dikerjasamakan dengan Sarana Patra Jaya sebanyak 38 sumur yang berada di Lapangan Tungkul dan Trembul.

“Sedangkan sumur tua yang dikerjasamakan dengan PT Blora Patra Energi sebanyak 36 sumur berada di Lapangan Kedinding, Lusi, Petak, Kluweh, dan Metes. Sumur-sumur tua tersebut terletak di Kabupaten Blora, Jawa Tengah,” ujar Salis, pagi ini.

Adapun penandatanganan tersebut dilakukan oleh Salis dengan Direktur Utama PT Sarana Patra Jateng Hevearita G Rahayu dan Direktur Utama PT Blora Patra Energi Tedi Rindaryo Widodo.

Menurut Salis, kerja sama ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 1 tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua.

“BUMD akan memproduksi minyak bumi dari sumur-sumur tua sesuai dengan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan dan menyerahkannya kepada Pertamina EP.”

Selanjutnya pihak Pertamina EP akan memberikan imbalan jasa yang didasarkan atas jumlah aktual minyak bumi yang diserahkan. Imbalan jasa tersebut merupakan pengganti biaya operasional sesuai dengan kesepakatan antara Pertamina EP dan PT Sarana Patra Jateng dan PT Blora Patra Energi.

Tarif dasar sebesar Rp1.199 per liter diberlakukan untuk produksi sampai dengan 20 barel per hari (BOPD) setara 3.180 liter per hari. Untuk produksi di atas 20 BOPD akan diberikan insentif dengan mekanisme sliding scale yaitu sebesar Rp100 per liter untuk setiap kenaikan 20 BOPD. Pemberian insentif tersebut sampai dengan batas maksimal 300 BOPD.

Sebelumnya, pada 24 Maret 2009, Pertamina EP telah menandatangani kerja sama serupa dengan KUD Wargo Tani Makmur untuk pengelolaan 24 sumur tua di Blora Jawa Tengah. Kerjasama dengan KUD Wargo Tani Makmur merupakan percontohan implementasi Peraturan Menteri ESDM No. 1 tahun 2008.

Salis menjelaskan kalau pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk mempertahankan pertumbuhan produksi antara lain meliputi pelaksanaan pemboran pada fokus area, yang sebagian besar lapangan tua, sambil terus mengupayakan pencarian play baru di sela-selanya.

Produksi minyak Pertamina EP mengalami peningkatan sejak 2003 dengan tingkat pertumbuhan rata-rata (Capital Average Gross Ratio/CAGR) mencapai 3,1% dari level produksi 95,6 ribu barrel per hari (MBOPD) di 2003 menjadi 102,2 MBOPD di 2006.

Produksi ini mengalami pertumbuhan 6,7% di 2007 menjadi 109,6 MBOPD dan kembali naik sebesar 7,8% di 2008 dengan produksi rata-rata Pertamina EP 2008 mencapai 116,6 MBOPD.

Pada 2009 Pertamina EP meningkatkan realisasi produksi sebesar 9% dengan pencapaian 127,1 ribu barel per hari. Hingga semester pertama 2010, produksi minyak Pertamina EP menyentuh 130,4 ribu barel per hari. Kinerja ini menempatkan Pertamina EP sebagai produsen minyak terbesar kedua di Indonesia.

Peningkatan juga terjadi untuk produksi gas Pertamina EP. Pada 2006 produksiĀ  mencapai 869 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan pada 2007 mencapai 980 MMSCFD. Produksi berada di atas satu miliar kaki kubik per hari pada 2008 yakni sebesar 1.003 MMSCFD, selanjutnya pada 2009 sebesar 1.043 MMSCFD. Saat ini pada semester pertama 2010, produksi gas Pertamina EP kembali mengalami peningkatan dan berada pada posisi 1.050 miliar kaki kubik per hari.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.