Saturday, July 22, 2017

Kenaikan target pajak Rp11 triliun disepakati

April 27, 2010 by  
Filed under BBM

JAKARTA: Pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati kenaikan target penerimaan perpajakan sebesar Rp11,1 triliun, dari Rp733,2 triliun dalam RAPBN-P 2010 menjadi  Rp744,3 triliun.

Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis memaparkan penambahan target penerimaan tersebut akan bersumber dari peningkatan target penerimaan pajak sebesar Rp7 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp800 miliar, pajak penghasilan (PPh) migas Rp1,2 triliun. Hal ini sejalan dengan direvisiny atarget rasio perpajakan (tax ratio) dari 11,7% yang diusulkan pemerintah menjadi 11,9%.

“Selain itu, kami juga menyepakati pajak yang ditanggung pemerintah sebesar Rp2,1 triliun atas kewajiban PPh dan PPN BUMN PSO dan perbankan syariah,” tuturnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, semalam.

Kendati naik, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa optimistis pemerintah akan sanggup untuk mencapai target baru penerimaan perpajakan tersebut melalui optimalisasi.  Optimalisasi yang dimaksud adalah upaya ekstra dari Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jendral Bea dan Cukai yang masing-masing diperkirakan bisa member kontribusi sebesar Rp2,3 triliun dan Rp1 triliun.

“Optimalisasi dan tambahan masuk antara lain melalui extra effort Rp2,3 triliun, penerimaan cukai yang berasal dari minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp 1 triliun,” tuturnya.

Lebih rinci Wakil Ketua Komisi XI Melchias Markus Mekeng menerangkan penerimaan pajak mengalami kenaikan dari Rp597,4 triliun dalam RAPBN-P 2010 menjadi Rp604,4 triliun, sedangkan penerimaan negara dari kepabenan dan cukai sedikit dikoreksi menjadi Rp82 triliun dari Rp 81,2 triliun. Demikian pula dengan penerimaan dari PPh migas, naik  dari Rp 54,7 triliun menjadi Rp55,8 triliun.

Selain memperhitungkan kenaikan tax ratio dari 11,7% menjadi 11,9%, Melchias mengungkapkan kenaikan tersebut juga didasarkan pada proyeksi nominal PDB yang menyusut dari Rp6.259 triliun di RAPBN-P menjadi  Rp6.253 triliun. Hal ini juga mempertimbangkan sejumlah asumsi makro, yakni pertumbuhan ekonomi 5,8%, inflasi 5,3%, nilai tukar Rp9.300 per dolar AS, harga minyak US$ 80 per barel, dan lifting minyak 965 ribu barel per hari (bph).

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.