Monday, July 24, 2017

Kenaikan harga elpiji secara sekaligus tahun ini

May 10, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

PT Pertamina (Persero) mengusulkan penyesuaian harga elpiji nonsubsidi pada keekonomiannya sekaligus tahun ini guna mengantisipasi kerugian perusahaan dari bisnis elpiji tersebut.

Produk-produk elpiji nonsubsidi Pertamina meliputi elpiji kemasan 12 kg, kemasan 50 kg, dan elpiji curah atau bulk. Elpiji 12 kg banyak dikonsumsi oleh masyarakat dengan level ekonomi menengah ke atas, sedangkan elpiji kemasan 50 kg dan curah banyak digunakan oleh konsumen bisnis.

Senior Vice President Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktianta mengatakan perusahaan telah mengirim surat usulan kenaikan harga elpiji nonsubsidi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara bulan lalu. Menurut dia, dalam usulan tersebut Pertamina mengajukan kenaikan harga elpiji non subsidi menuju keekonomian produk dalam satu kali penyesuaian.

“Bulan lalu kami sudah kirim surat usulan kenaikan harga elpijii nonsubsidi kepada pemerintah. Usulnya harga dinaikkan sekali saja, sebab kalau naik Rp100 per bulan seperti yang dulu malah repot karena akan ribut setiap bulan,” katanya hari ini.

Hanung mengatakan upaya kenaikan tersebut dimaksudkan agar perusahaan terhindar dari kerugian dari bisnis elpiji nonsubsidi. Tahun lalu, kerugian perusahaan mencapai Rp2,6 triliun dan berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan harga minyak yang ikut memengaruhi harga propana dan butana yang menjadi senyawa pembentuk bahan bakar gas cair tersebut.

Untuk diketahui, harga LPG Saudi Aramco yang jadi patokan ada pada kisaran US$720 per ton pada April 2010. Dengan asumsi biaya distribusi dan margin (delta) elpiji Pertamina sebesar 45%, harga per kg elpiji di titik konsumen seharusnya sekitar Rp9.700 per kg.

Adapun, terhitung sejak kenaikan terakhir pada Oktober 2009, Pertamina menjual elpiji 12kg kepada konsumen sekitar Rp5.850 per kg. Elpiji kemasan 50 kg dilepas seharga Rp7.355 per kg.

Untuk memenuhi kebutuhan elpiji nasional sekitar 3,6 juta ton tahun ini, Pertamina membeli elpiji melalui impor sekitar 1,4 juta—1,6 juta ton pada tahun ini. Impor tersebut berasal dari Petredex sebanyak 1 juta ton seharga Saudi Aramco minus US$4 per ton, dan sisanya diperoleh dari Petronas yang pengirimannya dimulai sejak April 2010.

“Dari Petronas sudah dikirimkan sejak April lalu. Volumenya sekitar 400.000 ton—600.000 ton. Kontrak dengan Petronas itu untuk tahun ini saja. Kalau dari Bontang, secara verbal mau pasok, tetapi sampai saat ini belum ada ketetapan resminya,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.