Thursday, July 27, 2017

Kementrian BUMN Tolak Gagasan Pembentukan Lembaga Migas

March 21, 2010 by  
Filed under BBM

Kementerian BUMN menolak gagasan pembentukan lembaga pengawasan ekspor-impor migas karena bisa mengintervensi secara politik terhadap PT Pertamina (Persero).

Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu mengungkapkan lembaga pengawasan ekspor-impor itu bisa mengganggu independensi Pertamina sebagai sebuah korporasi.

“Pertamina harus bebas dari intervensi nonkorporasi. Berbagai dinamika termasuk rencana pembentukan lembaga pengawasan ekspor impor dapat mengganggu Pertamina dalam pengelolaan usaha,” ujarnya hari ini.

Menurut Said, jajaran direksi dan komisaris Pertamina telah meneken kontrak kinerja dengan pemerintah. Dalan kontrak itu jajaran manajemen menyatakan akan bebas dari intervensi untuk mencapai kinerja perseroan yang maksimal.

“Termasuk dalam hal pengadaan barang dan jasa yang bebas dari intervensi guna memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.”

Dia meminta agar berbagai pihak tidak mengintervensi Pertamina, karena hal itu bisa bertentangan dengan Undang-Undang BUMN.

Beberapa hari ini muncul gagasan yang mendesak pemerintah membentuk badan khusus yang bertugas mengawasi kegiatan ekspor-impor minyak mentah, BBM dan gas yang dilakukan oleh Pertamina.

Pembentukan lembaga ini ditujukan untuk meminimalkan kerugian negara dari kegiatan tersebut.

Langkah pembentukan lembaga ini merupakan buntut dari pelaksanaan impor minyak mentah jenis Azeri Light dari Azerbaijan sebanyak 2 juta barel yang akan dilakukan Pertamina melalui melalui perusahaan perantara (trading company) yakni Socar Trading Singapore Pte Ltd

Sejumlah pihak menilai pelaksanaan kegiatan impor itu bisa menimbulkan biaya tambahan, lantaran dilakukan melalui perusahaan perantara dan tidak melalui perusahaan minyak secara langsung.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.