Monday, October 23, 2017

Kementerian BUMN panggil direksi Pertamina

March 22, 2010 by  
Filed under BBM

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan memanggil PT Pertamina (Persero) terkait dengan rencana perseroan itu mengimpor minyak mentah Azeri Light dari Socar Trading Singapore Pte Ltd, perusahaan asal Azerbaijan dengan volume sekitar 2 juta barel untuk pengiriman April 2010.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi, dan Telekomunikasi (PISET) Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol menegaskan pada dasarnya rencana impor Azeri Light itu merupakan urusan korporasi perusahaan.

“Laporannya memang ke saya, tetapi itu kan isu korporasi. Kami baru mau memanggil Pertamina pada Senin menanyakan bagaimana proses impor itu. Yang jelas, saya belum dapat laporan semuanya,” ujarnya pekan lalu.

Kementerian BUMN, lanjutnya, memang mendapatkan tembusan surat Dewan Komisaris Pertamina melalui Memorandum Dewan Komisaris No 072/K/DK/2010 tertanggal 22 Februari 2010 yang ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina perihal perubahan aturan pengadaan impor minyak mentah.

Hanya saja, tegasnya, surat yang dikeluarkan oleh Dewan Direksi Pertamina itu masih bersifat umum.

“Saya belum tahu apakah sudah diputuskan [pelaksanaan impor pada April 2010]. Itu [suarat tembusan] masih umum sekali. Belum sampai ke situ, makanya kami akan panggil Pertamina,” tutur Sahala.

Seperti diketahui, Dewan Komisaris Pertamina telah mengeluarkan Memorandum Dewan Komisaris No 072/K/DK/2010 tertanggal 22 Februari 2010 yang ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina perihal perubahan aturan pengadaan impor minyak mentah.

Surat yang ditandatangani Pelaksana Tugas Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina Umar Said itu merupakan tindak lanjut hasil rapat Dewan Komisaris dan direksi pada 16 Februari 2010. Selain Umar, seluruh komisaris lainnya yakni Muhammad Abduh, Maizar Rahman, Sumarsono, dan Humayunbosha juga ikut menandatangani surat tersebut.

Lampiran memorandum Dewan Komisaris Pertamina itu menyebutkan pembelian minyak mentah secara langsung dapat dilakukan melalui perusahaan dagang (trader) yang memang ditunjuk perusahaan minyak nasional (national oil company/NOC).

Padahal, aturan pengadaan minyak yang berlaku sejak awal 2009 adalah melarang trader memasok minyak mentah secara langsung ke Pertamina dan hanya dibolehkan melalui NOC.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.