Tuesday, May 23, 2017

Kelebihan pasokan gas Mahakam berpeluang dialihkan

May 14, 2010 by  
Filed under BBG

Kelebihan pasokan gas Mahakam untuk gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Bontang sebanyak 20 kargo tahun depan bisa dialihkan menjadi produksi elpiji untuk pasokan domestik guna mengurangi impor bahan bakar tersebut.

“Saya belum tahu [apakah gas untuk LNG itu bisa diproses ke elpiji] karena teknisnya ada di Ditjen Migas. Akan tetapi ide itu bisa didorong untuk mengurangi impor elpiji nasional,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh, hari ini.

Sebelumnya, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi R. Priyono mengatakan ada potensi kelebihan pasokan LNG sebanyak 20 kargo tahun depan dari Bontang, menyusul adanya pemangkasan pasokan ekspor ke Jepang dan belum siapnya infrastruktur gas domestik. Sejauh ini, katanya, BP Migas menjadikan pemasaran LNG ke pasar Internasional, terutama ke pembeli tradisional seperti Jepang dan Korea Selatan untuk bisa membeli kelebihan gas tersebut.

Seperti diketahui, tahun depan serapan LNG Bontang oleh Western Buyer Jepang akan menyusut drastis dari 12 juta ton menjadi hanya 3 juta ton per tahun, itu pun bila kontrak perpanjangan ekspor sebanyak 25 juta ton dalam 10 tahun tidak ada perubahan rencana. Di sisi lain, konsumen gas domestik, baik pipa maupun LNG, baru menunjukkan kesiapan penyerapan paling cepat September 2011.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengatakan pemerintah siap mendorong pengalihan gas untuk LNG Bontang menjadi elpiji bila secara teknis memungkinkan. Elpiji merupakan bahan bakar yang dihasilkan dari senyawa propane dan butane, sedangkan LNG berbasis pada senyawa methane dan ethane.

“Prinsipnya asal C3 [propane] dan C4 [butane]. Komponen itu seberapa banyak. Kalau memang ada, lebih baik domestik. Kalau itu bisa saya akan dorong,” katanya.

Untuk diketahui, pengalihan gas untuk LNG menjadi elpiji di Bontang pernah dilakukan tahun lalu akibat terjadinya pengurangan pasok ke konsumen Jepang dan Korea Selatan karena krisis ekonomi. Dari proses gas setara enam kargo LNG bisa dikonversi menjadi sekitar 250.000 ton elpiji atau setengah dari kapasitas kilang elpiji Bontang.

Saat ini, Pertamina mengimpor sebanyak 800.000 ton — 1 juta ton elpiji per tahun dari Petredec untuk memenuhi kebutuhan elpiji yang terus melonjak pascaprogram konversi minyak tanah ke elpiji 3 kg. Selain itu, mulai April 2010 Pertamina juga tercatat mengimpor elpiji sekitar 600.000 ton per tahun.

Terkait dengan kemungkinan kenaikan harga elpiji nonsubsidi menuju keekonomiannya, Darwin Saleh mengatakan hal itu harus dikaji lebih mendalam terutama terkait dengan pengaruhnya pada konsumsi elpiji 3 kg.

Menurut dia, dengan disparitas harga yang ada hampir bisa dipastikan akan terjadi dampak pengaruh tidak langsung pada konsumsi elpiji bersubsidi tersebut. “Itu akan dikaji, tetapi yang penting harus perhatikan dampak pengaruh tidak langsung pada elpiji 3 kilogram karena disparitas itu bisa beri pengaruh,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.