Saturday, October 21, 2017

Kebijakan konversi energi RI jadi percontohan

April 16, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Indonesia menjadi percontohan kebijakan konversi energi masyarakat dunia karena dinilai berhasil dalam mengubah pola penggunaan minyak tanah ke gas LPG dengan objek sasaran mencapai 52 juta keluarga.

Mantan Wapres Jusuf Kalla mengatakan kebijakan konversi energi minyak tanah ke LPG yang dimulai sejak 2005, dianggap oleh sejumlah negara sebagai program yang berhasil, sehingga mereka ingin belajar dari Indonesia untuk mengadopsi kebijakan serupa.

“Kebijakan itu dianggap luar biasa oleh dunia karena mampu menghapus subsidi Rp40 triliun per tahun tanpa gejolak dengan jumlah sasaran terluas di dunia melibatkan 52 juta rumah tangga di Indonesia yang selama ini memakai minyak tanah,” katanya dalam kuliah JK on Leadership pada program pasca sarjana bisnis Universitas Paramadina, Jakarta, hari ini.

Dia mengungkapkan sejumlah negara telah menyatakan minatnya untuk mempelajari kebijakan konversi energi yang dilakukan Indonesia untuk diadopsi, seperti Brasil, Mesir, Nigeria, dan Malaysia.

Dalam hal ini, tambahnya, pemerintah negara-negara itu sudah melakukan komunikasi untuk meminta kesediaan Indonesia berbagai pengalaman dalam menerapkan kebijakan tersebut.

Menurut Kalla, konversi energi dari minyak tanah ke LPG itu merupakan bagian dari desain kebijakan efisiensi energi nasional secara keseluruhan. Pasalnya, selama ini sudah menjadi penyakit akut bagi anggaran negara karena besarnya beban subsidi.

“Kebijakan itu dirancang satu paket dengan konversi bahan bakar pembangkit PLN dari minyak ke gas atau batu bara sehingga menciptakan sistem energi yang murah, tetapi tidak membebani negara dari segi alokasi subsidi anggaran.”

Dia menjelaskan perubahan pola dan paradigma konsumsi energi masyarakat kelas bawah dari minyak tanah ke LPG mampu memberikan penghapusan subsidi yang tersedot untuk minyak tanah yang nilainya mencapai Rp40 triliun per tahun.

“Kalau ini dihitung dari sudut pandang bisnis, konversi itu merupakan keputusan bisnis luar biasa dengan tingkat IRR-nya mencapai 250% karena dengan biaya konversi Rp15 triliun bisa menghemat subsidi Rp40 triliun per tahun,” katanya.

Biaya konversi, lanjutnya, bisa untuk sekian tahun ke depan karena biaya itu untuk program kompor dan tabung gas gratis yang dibagikan kepada masyarakat.

Di sisi lain, katanya, Presiden AS Barack Obama memuji kebijakan itu karena dianggap berhasil menghapus subsidi energi tanpa gejolak dan memperkuat upaya pengembangan energi ramah lingkungan.

“LPG kan jauh lebih ramah lingkungan ketimbang memakai minyak tanah. Jadi ini dinilai Obama prestasi terpenting yang dilakukan pemerintah Indonesia.”

JK mengharapkan konversi energi itu bisa terus ditingkatkan agar dampaknya bisa makin besar untuk kepentingan penghematan anggaran, sehingga APBN bisa dialokasikan untuk kepentingan yang lebih luas untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam hal ini, lanjutnya, kalau produksi energi nasional yang dilakukan PT Perusahaan Listrik Negara dengan semua perusahaan pembangkit dan PT Pertamina bisa lebih efisien, akan menjadikan sistem pengalokasian anggaran negara menjadi lebih berkualitas untuk meningkatkan daya saing ekonomi dan mempercepat pencapaian kesejahteraan rakyat.

“Arah pengembangan energi nasional harus terus makin efisien dan tersedia. Kebijakan konversi minyak tanah ke LPG yang dimulai sejak 2005 itu merupakan tonggak sejarahnya yang bisa diinovasi lagi dalam program konversi energi yang lebih luas,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.