Thursday, July 27, 2017

Kebijakan impor batu bara China tak pengaruhi RI

July 8, 2010 by  
Filed under Coal

Asosiasi Pengusaha Batu bara Indonesia (APBI) meyakini pemangkasan impor batu bara oleh China tidak akan memukul kinerja ekspor komoditas tambang tersebut.

Ketua Umum APBI Bob Kamandanu mengungkapkan pada dasarnya kesepakatan kontrak ekpor batu bara Indonesia dengan China sudah dilakukan pada tahun lalu, sehingga tahun ini hanya menyelesaikan pengirimannya.

“Kalau memang terjadi pengurangan impor batu bara China, deal kita [Indonesia] dengan China itu sudah dilakukan. Tahun ini hanya menyelesaikan sisanya. Kami tidak khawatir sama sekali soal pasar ekspor kita,” kata dia, hari ini.

Kalau terjadi pengurangan impor batu bara China, dia menambahkan, pengusaha Indonesia bisa mengalihkan tujuan ekspornya ke India. Pasalnya, kata dia, permintaan batu bara negeri itu terbilang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan industri dan sumber daya listrik yang terus meningkat.

Namun, Bob tidak menepis alokasi ekspor batu bara Indonesia ke China memang cukup besar pada tahun lalu. “Ekspor batu bara ke China atau India itu sama besarnya, tetapi intens permintaan dari China memang besar sekali pada akhir tahun lalu, makanya negara itu unggul. Dengan  pengurangan impornya, tentu India menjadi tujuan ekspor yang lebih besar karena produsen akan beralih ke sana.”

Meskipun demikian, APBI melihat permintaan ekspor batu bara dari China akan tetap ada di masa mendatang, mengingat tingginya kebutuhan negara tersebut. Bahkan, kata dia, kinerja produksi batu bara Indonesia tahun ini yang diperkirakan sekitar 320 juta ton, juga akan tercapai.

Dia memaparkan kebijakan China yang mengurangi impor batu baranya juga pernah terjadi sekitar tiga tahun lalu. Negara itu secara tiba-tiba menerapkan pajak impor, mengurangi impor dan malah mengekspor batu bara.

“Namun buktinya produksi batu bara Indonesia dari tahun ke tahun naik terus karena pembelinya tetap ada. Jadi itu secara alami akan ada pembagian kepada pembeli-pembeli yang selama ini belum pernah dapat. Dari setiap negara ada terus kok permintaan batu baranya,” tutur Bob.

Terkait kondisi cuaca, kata dia, APBI juga meyakini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pencapaian produksi batu bara Indonesia. “Sejauh ini belum ada laporan soal kendala produksi yang disebabkan cuaca. Kami masih tetap yakin target produksi 320 juta ton itu bisa tercapai,” pungkas Bob.

Direktur Eksekutif Indonesia Coal Society (ICS) Singgih Widagdo mengatakan China dan India merupakan harapan pasar batu bara Indonesia ke depan, selain Jepang dan Korea Selatan.

Selain ke India, Afrika Selatan dan Kolombia tercatat menjadi pemasok besar bagi pasar Eropa. Dengan dinamikan pasar yang ada, Afrika Selatan telah menaikkan ekspor batubara ke India yang tahun sebelumnya sebesar 13,5% sekarang mendekati sekitar 30% atau sekitar 15 juta ton.

Sebelumnya, China akan mengurangi impor batu bara setelah pada tahun lalu menjadi net importir sehingga berpotensi memukul harga di pasar global. Saat ini, penggunaan batu bara untuk sumber listrik berkurang dan pemerintah menetapkan harga untuk batu bara dari tambang lokal.

Penurunan impor China itu diperkirakan memukul produsen di Afsel, Kolombia, AS dan Kanada. Keempat negara ini berkontribusi 11% akan pasokan ke China dalam lima bulan pertama 2010, sedangkan pada 2009 hanya 3,7%.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.