Thursday, March 30, 2017

Kebijakan energi 2010-2025 rampung tahun ini

June 30, 2010 by  
Filed under BBM

Dewan Energi Nasional segera merampungkan rumusan kebijakan energi nasional baru 2010-2025 pada akhir tahun ini, untuk menggantikan arah kebijakan sebelumnya yang ditetapkan dalam Perpes No.5/2006.

Ketua Harian DEN Darwin Zahedy Saleh mengatakan arah kebijakan nasional akan ditetapkan melalui produk hukum yang lebih kuat bersama DPR, dibandingkan dengan sebelumnya yang mengunakan peraturan presiden.

“Produk hukum arah kebijakan energi nasional nanti lebih kuat karena akan dtetapkan bersama dengan DPR. Kami harap rumusan ini segera selesai dan diserahkan ke DPR paling lambat akhir tahun,” ujarnya seusai memimpin anggota DEN menemui Wapres Boediono, hari ini.

Dalam rancangan kebijakan energi nasional itu disebutkan jika bauran energi akan diubah, terutama untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Porsi pengunaan BBM dalam bauran energi nasional pada 2025 ditargetkan turun menjadi 20% dibandingkan arah kebijakan yang ditetapkan dalam Perpres No.5/2006 yang dipatok 50%.

Adapun penggunaan energi gas dipatok menjadi 27% pada 2025 dibandingkan arah kebijakan pada 2006 sebelumnya ditetapkan 26%. Porsi pengunaan batu bara juga akan ditingkatkan dari 15% menjadi 30%.

“Pada 2025, DEN juga merekomendasikan penggunaan energi sebesar 17% dari baruan energi nasional,” jelas Darwin yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Selain itu, dewan yang beranggotakan unsur pemerintahan, DPR, akademisi, dan perwakilan konsumen ini juga akan merumuskan rencana umum energi nasional (RUEN) dengan jangka waktu 5 tahunan sebagai tindak lanjut dari kebijakan energi.

Darwin mengatakan saat ini negara-negara maju tengah berupaya mengurangi penggunaan bahan bakar minyak karena hal ini terkait dengan subsidi. Indonesia juga tengah melakukan hal itu termasuk membatasi penggunaan BBM bersubsidi.

Cara lainnya, katanya, Indonesia harus mempercepat penggunaan energi terbarukan. Namun, penggunaan energi terbarukan ini butuh insentif dan disinsentif khusus karena saat ini masih berfungsi sebagai substitusi.

“Seharusnya energi terbarukan itu merupakan keharusan, tetapi sekarang belum terjadi. Energi terbarukan hanya diminati bergitu harga minyak dunia tinggi, kalau minyak turun energi terbarukan ditinggal. Ini yang akan dicari solusinya dalam kebijana energi nasional,” jelasnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan kebijakan energi ansional itu akan disesuaikan dengan rencana jangka panjang nasional, terutama terkait sistem transportasi massal, pengguraan emisi, dan lingkungan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.