Monday, May 22, 2017

Kaltim harus punya dana cukup untuk beli Blok Mahakam

October 31, 2010 by  
Filed under BBM

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berpeluang ikut mengelola Blok Mahakam setelah masa kontrak pengelolaan kontrak kerja sama (KKS) Total EP Indonesie dan Inpex Corporation berakhir pada 2017.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo mengungkapkan pada dasarnya Pemprov Kaltim bisa saja masuk ke Blok Mahakam melalui skema kepemilikan saham (participating interest/PI) sebesar 10%.

Hanya saja, jelas dia, pemda tidak serta-merta bisa langsung memiliki saham tersebut, tanpa memiliki kemampuan pendanaan yang cukup untuk mengakuisisi 10% saham PI tersebut.

“Ya, boleh saja kalau dia [Pemprov Kaltim] berminat [untuk Blok Mahakam],” tutur dia seusai pelepasan Tim Emergency Response Group (ERG) ke lokasi bencana tsunami di Mentawai dan letusan Gunung Merapi di Kantor Kementerian ESDM, hari ini.

Menurut dia, Pemprov Kaltim bisa saja memiliki 10% saham di Blok Mahakam melalui skema PI. Namun, lanjut dia, besaran saham tersebut bisa saja berubah bila dilakukan melalui pendekatan bisnis (business to business/b to b).

“Yang jelas dia [Pemprov Kaltim] harus bayar sahamnya. Itu kan bukan saham bodong dan tentunya harus melalui proses juga,” jelas dia.

Evita mengakui dari enam blok migas yang akan segera berakhir masa kontraknya, hanya dua blok saja yang belum selesai dievaluasi, yakni Blok West Madura Offshore Kodeco Energy Ltd dan Blok Mahakam, Kalimantan Timur yang dikelola Total EP Indonesie.

Menurut dirjen, belum selesainya pembahasan kontrak pengelolaan kedua blok migas tersebut karena masa berakhir kontrak yang terbilang cukup lama, sehingga tidak perlu terburu-buru untuk pengambilan keputusannya.

Bahkan, jelas dia, pengambilan keputusan perpanjangan Blok Mahakam juga tidak terkait dengan pembeli dari barat (western buyer).

“Blok Mahakam itu kan masih lama, 2017, makanya tidak harus sekarang. Kalau untuk western buyer, kita sudah menyampaikan bahwa siapapun yang mengoperatori [Blok Mahakam] setelah Total, pemerintah akan tetap menjamin pasokan ke sana.”

Terkait dengan keinginan PT Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam, Evita mengatakan pemerintah sepenuhnya akan mendukung BUMN migas itu untuk bisa mendapatkan hak pengelolaan di sana.

Namun, terang dia, saat ini Pertamina masih melakukan negosiasi secara b to b dengan Total sebagai pimpinan operator blok Mahakam, termasuk menyangkut skema pertukaran aset (swap asset).

“Pertamina kalau mau minta kerja sama dengan orang, tetap harus minta swap, supaya memperkaya Pertamina juga, walaupun itu b to b,” ungkap Evita.

Sebelumnya, BP Migas juga berjanji akan memfasilitasi Pemprov Kaltim untuk mengelola Blok Mahakam, asalkan sudah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan pemerintah, terutama menyangkut kemampuan finansial, teknologi, dan manajemen.

Di sisi lain, Pertamina masih terus melakukan pembicaraan secara b to b dengan Total E&P Indonesie untuk masuk ke blok tersebut pada tahun depan, dengan kepemilikan saham hingga 45% sebelum masa kontrak berakhir.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.