Monday, October 23, 2017

Jusuf Merukh Kuasai Avocet Mining

May 13, 2010 by  
Filed under Alternatif

Jakarta – Perusahaan milik Jusuf Merukh, Merukh Enterprises melalui anak perusahaannya PT Lebong Tandai telah mengakuisisi 100% tambang milik PT Avocet Mining Plc yang berada di Indonesia dan Malaysia, senilai US$ 250 juta.

Presiden Komisaris Merukh Enterprises Jusuf Merukh mengungkapkan, melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 26 April lalu, Avocet telah memutuskan untuk melepaskan sejumlah aset tambangnya di Asia Tenggara, terutama di Indonesia dan Malaysia kepada Merukh Enterprises.

Restrukturisasi aset itu terjadi karena Avocet akan berkonsentrasi untuk mengembangkan aset tambang yang dimilikinya di Afrika. Setelah melalui tahap uji tuntas (due diligence) dan persetujuan dua pihak, Avocet sepakat untuk melepaskan aset tambang di Indonesia dan Malaysia itu kepada Merukh Enterprises.

“Kami sudah sepakat dan Avocet memutuskan akan menjual seluruh aset tambang emas Indonesia dan Malaysia senilai US$ 250 juta pada RUPS 26 April, kemarin. Sementara itu, aset Avocet lainnya di Asia Tenggara, seperti di Vietnam, Filipina, dan Myanmar sedang dirincikan,” ujar Merukh dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Senin (10/5/2010).

Jusuf menambahkan, aset Avocet di Malaysia adalah tambang emas Penjom yang terletak di Kesultanan Pahang, Malaysia. Tambang emas itu terdiri atas dua konsesi, yaitu Blok Peninsular dan Monument, yang sudah berproduksi sekitar 100 ribu ons per tahun.

Sementara itu, aset Avocet di Indonesia adalah tambang emas di Sulawesi Utara dengan luas lahan sekitar 56 ribu hektar, berupa lahan eksploitasi dan produksi dengan kapasitas yang sama.

Sebelum akuisisi, Avocet dan Merukh Enterprises melalui anak usahanya PT Lebong Tandai membentuk perusahaan patungan PT Avocet Bolaang Mongondow (ABM) untuk mengelola tambang emas di Sulawesi Utara. Dalam perjanjian Kontrak Karya yang disetujui pemerintah, Avocet menguasai 80% saham, sedangkan Merukh Enterprises sekitar 20%.

Jusuf mengatakan, setelah menandatangani perjanjian jual beli aset Avocet di Malaysia dan di Indonesia, maka PT ABM merestrukturisasi saham PT Lebong Tandai menjadi 55% pada Kontrak Karya PT ABM.

Sementara itu, sekitar 45% saham lainnya akan dijual kepada perusahaan asing melalui penawaran terbuka di pasar modal Hongkong. Hal ini dilakukan sesuai dengan kesepakatan Kontrak Karya PT ABM yang sudah disetujui sebelumnya.

“Dalam waktu dekat kami akan merilis saham 45% itu di lantai bursa saham Hongkong. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk mengembangkan aset tambang yang sudah dikuasai secara penuh itu dan aset tambang Merukh Enterprises lainnya di Indonesia,” papar Merukh.

Menurut Jusuf, pihaknya sejak lama sudah beritikat menjadikan PT Lebong Tandai sebagai induk perusahaan di Indonesia yang memiliki dan menguasai semua saham Avocet di Indonesia.

Sementara itu, lanjut Jusuf, aset-aset Avocet di Malaysia akan direktrukturisasi menurut aturan dan perundangan di Malaysia. Kepemilikan Merukh Enterprises 100% aset Avocet di Malaysia terdaftar 100% sebagai perusahaan asing yang berasal dari Indonesia.

Avocet Mining Plc adalah sebuah perusahaan tambang emas dengan aset pertambangan yang terdapat di Asia Tenggara dan Afrika Barat. Perusahaan tersebut terdaftar di lantai bursa London Stock Exchange. Di Asia Tenggara, Avocet memiliki sejumlah konsesi tambang, di antaranya di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Myanmar.

Penjom adalah tambang emas terbesar di Malaysia dan dikembangkan oleh Avocet dengan menggunakan teknologi modern. Tambang tersebut terletak di Kesultanan Pahang, sekitar 120 km sebelah utara ibu kota negara, Kuala Lumpur.

Tambang tersebut mulai dioperasikan pada tahun 1996, dengan cadangan emas mencapai 223.000 ons. Sampai dengan saat ini, Penjom telah menghasilkan lebih dari satu juta ons emas dan masih memiliki sekitar satu juta cadangan emas lagi. Dalam tiga tahun terakhir, produksi Penjom berkisar antara 65.000 sampai 100.000 ons per tahun.

PT Merukh Enterprises adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan mineral, batubara, dan panas bumi. Melalui Pukuafu Indah, Merukh Enterprises adalah pemegang saham 20% tambang emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara.

Sebelum diinkorporasikan menjadi PT NNT, Pukuafu merupakan pemilik awal memiliki Wilayah Kontrak Karya Pertambangan PT NNT yang berintikan 10 Kuasa Pertambangan (KP) Eksplorasi milik PTPI yang telah menemukan ore bodies antara lain: Batu Hijau, Elang, Rinti, Dodo, Lunyuk dan Teluk Panas.

Merukh Enterprises juga memiliki 100% saham tambang emas dan tembaga di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan tambang batubara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

DetikFinance

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.