Thursday, March 30, 2017

IRONI GAS DI NEGERI GAS

March 8, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Pabrik Pupuk Terus Megap-Megap

DariĀ  sejumlah ironi di negeri ini, soal kebutuhan gas domestik boleh jadi merupakan keanehan paling menyesakkan. Bayangkan, Indonesia yang termasuk 10 negara pemilik cadangan gas terbesar di dunia, dengan total cadangan lebih dari 170 triliun kaki kubik, harus terseok-seok dalam memasok gas untuk kebutuhan pupuk di dalam negeri.

Industri pupuk terpaksa megap-megap karena kekurangan gas akibat lebih dari separuh produksi gas kita diekspor. Sudah separah apakah keganjilan itu? Berikut laporannya.

SUATU hari pada Juli 2008, produksi pupuk jenis urea di PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) lumpuh akibat terhentinya pasokan gas sebesar 60 juta standar kaki kubik per hari (million metric square cubic feet per day/mmscfd) dari ExxonMobil Oil Indonesia di Aceh Utara.

Rusaknya pipa transmisi laut milik Exxon membuat PIM berhenti berproduksi selama 15 hari. Dalam kurun itu, PIM kehilangan produksi sekitar 26.640 ton urea. Itu setara dengan US$21,31 juta (lebih dari Rp200 miliar) mengingat harga urea di pasar internasional saat itu telah menembus US$800 per ton.

Padahal, lokasi PIM di Lhok Seumawe, Aceh, terletak di daerah penghasil gas alam yang besar, yakni Arun. Hampir setiap tahun, bersama PT Pupuk Kaltim, Bontang, Kalimantan Timur, PIM harus berjuang mendapat jaminan pasokan gas untuk kegiatan produksi mereka dalam hitungan bulan.

Bagi pabrik pupuk, gas bagaikan aliran darah dalam urat nadi. Terhentinya pasokan gas sebagai bahan baku utama pembuat pupuk berarti lonceng kematian bagi mereka. Dampaknya ialah ketersediaan pupuk di pasaran menurun. Sesuai dengan hukum pasar, ketika komoditas langka, harga jualnya langsung melonjak.

Tak pelak, kondisi itu memukul sektor pertanian. Ujung-ujungnya berimbas pada produksi dan keamanan pangan nasional.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.