Saturday, May 27, 2017

Indonesia kaya energi alternatif

November 6, 2010 by  
Filed under Alternatif, Featured

Indonesia dinilai memiliki banyak potensi menuju target ‘bauran energi’ pada 2025 seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden No.5 Tahun 2006.

Hasil kajian Bappenas menunjukkan arus laut dapat dijadikan salah satu sumber energi alternatif yang terbarukan. Gelombang dari arus laut di Indonesia diperkirakan berpotensi menghasilkan energi sekitar 5,6 hingga 9 tera watt (TW).

“Jika dikonversikan menjadi listrik, arus laut ini bisa menghasilkan energi 30.000-50.000 kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan kapasitas energi pembangkit PLTA Jatiluhur dengan kapasitas 187 MW,” kata Kepala Biro Humas Kementerian PPN/Bappenas Maruhum Batubara hari ini.

Pemakaian energy mix (bauran energi) di Indonesia saat ini masih didominasi 90% oleh energi yang berbasis fosil, yakni minyak bumi 54,4%, gas 26,5% dan batubara 14,1%.
Sementara itu, untuk panas bumi 1,4%, PLTA 3,4% dan energi baru dan terbarukan (EBT) lainnya baru sebesar 0,2%.

Dengan cadangan minyak bumi saat ini sebesar 9 miliar barel dan tingkat produksi rata-rata 0,5 miliar barel per tahun, maka cadangan tersebut diperkirakan dapat habis dalam waktu 18 tahun.

“Oleh karena itu, kebutuhan terhadap energi terbarukan di tengah dampak serius perubahan iklim yang ekstrim dewasa ini sudah diakui semua pihak,” katanya.

Bappenas menyatakan masalah ketahanan energi dan perubahan iklim merupakan isu besar yang dihadapi saat ini. Masalah kecukupan pangan, energi, air, dan kerusakan lingkungan dapat berpengaruh besar terhadap kelangsungan hidup bangsa.

Untuk itu, Bappenas menginginkan sektor energi harus dikelola dengan lebih baik untuk mendukung pertumbuhan namun tidak memperburuk perubahan iklim global.

Pasokan energi, kata Maruhum, dapat diperbesar dari sumber-sumber energi terbarukan dan mengurangi sebisa mungkin dominasi minyak bumi. Selain itu, masyarakat juga harus melakukan penghematan dan konservasi energi.

“Perubahan iklim global adalah hal yang nyata dan merupakan tantangan yang besar sekaligus merupakan kesempatan bagi pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,” katanya.

Untuk itu Bappenas menyusun Rencana Aksi Nasional Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GK) yang dapat dijadikan acuan bagi semua kementerian/lembaga dalam melakukan upaya-upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.