Monday, July 24, 2017

ICOPE: Konferensi Minyak Sawit dan Lingkungan Hidup Internasional, 23 – 25 Februari 2010

February 24, 2010 by  
Filed under Conference

NUSA DUA. Konferensi internasional tentang kelapa sawit dan lingkungan, International, Conference on Palm Oil and Enviroment (ICOPE) 2010, dibuka oleh Menteri Pertanian Suswono di Nusa Dua – Bali, kemarin pagi.

Konferensi yang membahas praktik perkebunan yang berkelanjutan dan tidak mengancam lingkungan ini akan diselenggarakan hingga 25 Februari dengan partisipasi dari 400 praktisi perkebunan dan lingkungan hidup dari 14 negara.

“Produksi kelapa sawit harus bisa seimbang dengan pelestarian lingkungan karena minyak sawit harus bisa memenuhi kebutuhan pangan dan bahan bakar dunia,” ujar Suswono membuka konferensi pagi ini.

Acara ini diinisiasi oleh Sinar Mas Agribusiness Resources and Technology Research Institute (SMARTRI), Center for International Development (Cirad), dan World Wildlife Fund (WWF).

Menteri Lingkungan Hidup Gusti M. Hatta saat memberikan pandangannya menegaskan kebutuhan dunia terhadap pangan tidak bisa menjadi alasan industri untuk merusak lingkungan.

“Kementerian Lingkungan hidup akan bersikap asertif untuk menangkal perusakan lebih lanjut. Kami mendukung Roundtable on Sustainable Palm Oil yang menunjukkan ada perbaikan dalam etika perkebunan yang ramah lingkungan.”

Chairman Steering Committee ICOPE 2010 Daud Dharsono berharap acara ini dapat memberikan terobosan baru tentang pengelolaan industri sawit berkelanjtan karena bagi negara produsennya, komoditas ini memberikan kontribusi pengentasan kemiskinan sekaligus memenuhi kebutuhan pangan dan bahan bakar.

Comments

2 Responses to “ICOPE: Konferensi Minyak Sawit dan Lingkungan Hidup Internasional, 23 – 25 Februari 2010”
  1. stepanus says:

    MINYAK SAWIT TERKONTAMINASI DARAH DAN LEMAK PETANI.

    Selain merusak lingkungan, perkebunan sawit telah memiskinkan petani. DI Kalbar, pendapatan rata-rata petani plasma Pola PIR-Trans KKPA Rp 550,000/bln/ha, sementara untuk mendapatkan satu ha petani sudah menyerahkan lahan. Pendapatan ini dihitung dari produksi rata-rata kebun plasma asuhan PTPN XIII. Nah jika satu kk memiliki 1 ha, dan beranggotakan 4 orang, maka pendapatan perorang/per hari = 6,6 ons beras. Ini beerarti telah terjadi pemerasan dan penindasan terhadap petani.

    Pola kemitraan di kabupaten sanggau lebih buruk. Penghasilan petani rata-rata 1 ha = 190,000. Jika ukuran keluarganya sama besarnya maka pendapatan per hari adalah 3,3 ons beras.

    Para komisaris, direksi, dan pegawai perusahaan hidup mewah. Kebun sawit dan CPO memberikan nilai ekonomi yang lumayan pula bagi RI. Tetapi petani telah ditindas dan diperas. Maka lemak sawit bercampur darah dan lemak petani. Hentikan penghisapan dan penindasan ini dengan boikot minyak sawit.

  2. Saya Sekar dari perusahaan start up Indonesia bernama SITTI. Kami akan membagikan 5 iPad untuk blogger/pemilik situs yang mendaftarkan situsnya ke http://www.sittibelajar.com/ref_from.php?ref=email_blast dan memasang script SITTI sebelum Jumat, 1 Oktober 2010 jam 12.00 malam.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.