Friday, July 28, 2017

Harga Pertamax Naik, Penjualan SPBU Tetap Normal

December 30, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Energi –  Meskipun harga Pertamax naik dua kali dalam sebulan ini, namun penjualan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jakarta masih normal. “Hingga tanggal 16 Desember kemarin penjualan Pertamax masih normal, belum tampak adanya penurunan,” ujar Yusuf, pengawas operasional SPBU 34-11405 di Jalan Palmerah Utara, Jakarta Barat, hari ini.

Penyebabnya, menurut Yusuf, karena masyarakat sudah terbiasa dengan harga Pertamax yang tidak stabil. “Memang harga Pertamax selalu berubah, bisa naik atau turun, tergantung harga minyak mentah dunia, jadi pengguna Pertamax sudah terbiasa dengan kondisi ini,” lanjutnya.

Namun Yusuf mengakui bahwa tingkat penjualan Pertamax masih lebih rendah dibanding Premium. Setiap hari SPBU melakukan pengisian Premium sebanyak 24 ribu liter, sedangkan pengisian Pertamax hanya 16 ribu liter sekali dalam tiga hari.

Hal serupa juga terjadi di SPBU 34-12205 di Jalan Palmerah Utara. “Tidak ada penurunan penjualan Pertamax dan penurunan Premium, kondisi masih seperti biasa,” kata petugas operator SPBU, Rasman.
SPBU itu setiap hari melakukan pengisian 16 ribu Premium, sedangkan Pertamax dilakukan 1 minggu sekali sebanyak 8 ribu liter.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jakarta Utara. Konsumsi pertamax di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tetap tinggi. “Nggak begitu pengaruh karena masih banyak yang ngisi pertamax,” kata seorang petugas SPBU bernama Yeni di Jalan Boulevard Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Yeni mengatakan pertamax tetap menjadi pilihan mobil-mobil mewah dan sepeda motor keluaran terbaru. Sebab, kata Yeni, “Kalau pakai premium takut mesinnya rusak.”

Seorang petugas di SPBU lainnya di kawasan Kelapa Gading mengatakan hal senada. Naiknya harga pertamax dari semula Rp 6.900 menjadi Rp 7.050 tak membuat pengguna pertamax beralih ke premium. “Masih tetap tinggi,” kata petugas tersebut.

Pantauan Tempo di SPBU-SPBU tersebut, sejumlah pengendara, baik motor maupun mobil pribadi, memang masih memilih pertamax. Namun naiknya harga pertamax ini bukan tanpa keluhan.

Seorang pengendara sepeda motor, Ari 27 tahun, mengatakan ia terpaksa mengisi pertamax karena tidak punya pilihan lain. Sebab motor jenis sport yang baru diberinya beberapa bulan lalu tak bisa diisi premium. “Takut rusak saya,” katanya.

Pertamina pada 15 Desember lalu menaikkan harga pertamax menjadi Rp 7.050 dari sebelumnya Rp 6.900. Adapun pertamax plus naik Rp 200 per liter menjadi Rp 7.450.

Sejumlah pengendara mobil mengaku tidak terlalu terpengaruh dengan kenaikan harga Pertamax itu. “Memang sudah biasa naik dan turun, dua minggu sekali harga berubah,” kata Wandi, sopir mobil Avanza hitam, warga Cengkareng.

Berdasarkan pengamatan Tempo, rata-rata dari 4 mobil yang melakukan pengisian bahan bakar, hanya 1 mobil yang membeli Pertamax. “Saya memang sejak awal dulu beli Premium, tidak pakai Pertamax,” ungkap Bambang, pengendara mobil lainnya.

Bulan ini harga Pertamax naik dua kali berturut-turut. 1 Desember lalu harga Pertamax naik menjadi Rp 6.900 per liter, selanjutnya pada 15 Desember lalu harga kembali naik menjadi Rp 7.050 per liter. Kenaikan ini dampak dari harga minyak dunia yang terus melonjak.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.