Tuesday, March 28, 2017

Pergerakan harga minyak belum pengaruhi neraca keuangan negara

January 13, 2011 by  
Filed under BBM, Featured

Energi – JAKARTA: Pemerintah menilai pergerakan naik harga minyak dunia belum berpengaruh terhadap neraca keuangan negara meski rerata harga minyak mentah Indonesia pada saat ini sudah melampaui asumsi US$80 per barel. Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo mengungkapkan reraca minyak mentah Indonesia (ICP) selama periode Februari 2010-Januari 2011 sudah lebih dari US$80,81 per barel, melampaui asumsi APBN US$80 per barel.

Hal tersebut sejauh ini belum menjadi masalah dalam pengelolaan keuangan negara karena sudah diantisipasi dengan dana cadangan risiko fiskal.

Menurutnya, jika ICP naik, maka penerimaan negara dari sektor migas akan terdongkrak naik. Namun, patut pula diwaspadai tren kenaikannya karena di satu sisi akan meningkatkan pengeluaran negara, terutama dari sisi subsidi bahan bakar minak dan dana bagi hasil ke daerah.

“Kalau di bagian pengeluaran, [dampak kenaikan ICP] ada pada subsidi BBM [bahan bakar minyak], ada DBH [dana bagi hasil], ada dana pendidikan.  Di bagian penerimaan itu ada di setoran PPh dan ada PNBP karena ada bagi hasil dari KKKS [kontraktor kontrak kerja sama],” jelasnya usai rapat koordinasi di Istana Wakil Presiden, hari ini.

Di kantornya, Menkeu mengatakan sejauh ini asumsi ICP US$80 per barel masih relevan untuk dijadikan pedoman pengelolaan APBN 2011. Pasalnya, dia melihat kecenderungan naik harga minyak dunia tidak akan terlalu jauh di atas asumsi.

“Kalau asumsi makro kami lihat setiap tiga bulan. Di akhir Maret kami lihat, di akhir Juni kami liat. Sejauh ini belum ada perubahan asumsi,” ujar dia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.