Friday, July 28, 2017

Harga Minyak Dinilai Belum Mengkhawatirkan

March 7, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Sebanyak 14 kontraktor migas melampaui target produksi 2009.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai asumsi, harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar US$ 77 per barel masih mampu mengantisipasi tren lonjakan harga minyak dunia, yang kini telah melampaui US$ 80 per barel.

Sri mengaku tak akan bereaksi hanya berdasarkan perkembangan yang sifatnya sesaat. Menurut dia, yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah pergerakan harga minyak dunia sepanjang tahun, yang diperkirakan berada di kisaran US$ 70-80 per barel. “Kami usulkan US$ 77 per barel itu masih bisa meng-couer risikonya,” katanya kemarin

Meski demikian, Menteri Sri mengaku terus memantau pergerakan harga minyak dunia, terutama ketika membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2010 bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Menurut Sri, pada pembahasan itu, pemerintah dan Dewan akan mencermati seluruh perkembangan asumsi perekonomian terbaru serta dampaknya terhadap akurasi target penerimaan dan belanja negara 2010.

Dari sisi penerimaan, perubahan harga minyak akan berdampak pada setoran pajak dan penerimaan negara bukan pajak sumber daya alam dari sektor migas. Adapun terhadap belanja negara akan mengubah alokasi subsidi energi, dari subsidi bahan bakar minyak, elpiji, hingga listrik.

Dia menegaskan, perkembangan harga minyak sebesar ys$ 80 per barel ini akan jadi masukan pada pembahasan APBN-P “Apakah mereka (Dewan) menganggap itu risiko yang riil yang perlu dipertimbangkan, sehingga asumsi harus diubah atau ada kebijakan lain,” ujarnya.

Ihwal produksi minyak, 14 Kontraktor Kontrak Kerja Sama berhasil melampaui target produksi untuk 2009. Ini terungkap dari data monitoring Badan Pengelola Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), yang dirilis kemarin. Para kontraktor itu adalah PT Medco EP Indonesia (Tarakan), JOB PN-Ta-lisman (OK) Ltd, Citic Seram Energy Ltd, VICO Indonesia, dan Santos (Madura Offshore) Pty Ltd.

Kontraktor lainnya yang juga melampaui target produksi adalah PT Chevron Pacific Indonesia, ConocoPhillips Indonesia, PetroChina International Bermuda, Kodeco Energy Co Ltd, Chevron Indonesia Co, JOB PN-Costa International Group Ltd, Total EP Indonesie, ExxonMobil Oil Indonesia Inc, dan PT Medco EP Indonesia.

Produksi minyak nasional pada 2009 hanya dapat memenuhi 98,91 persen dari target 960 ribu barel per hari. Sementara itu, tahun ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menargetkan produksi minyak sebesar 965 ribu per barel per hari.

KoranTempo

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.