Saturday, March 25, 2017

Harga Komoditas Tak Luput dari Efek Krisis Yunani

May 9, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Harga komoditas sepanjang pekan ini juga tak luput dari efek krisis utang di Yunani. Harga-harga komoditas melorot menyusul menguatnya dolar AS yang diikuti dengan anjloknya pasar saham global.

Harga minyak mentah dunia mencatat penurunan terbesar hingga 10% sepanjang pekan ini. Krisis telah menyebabkan investor memilih untuk meninggalkan aset yang berisiko ke yang lebih aman sehingga membuat dolar AS terus menguat dan menyebabkan harga komoditas melorot.

“Harga minyak mentah sudah turun lebih dari 10% sepanjang pekan ini, terburuk sejak awal tahun 2009,” jelas Myrto Sokou, analis dari Sucden seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/5/2010).

Krisis utang di Yunani telah menyebabkan investor mencari investasi yang lebih aman. Kekacauan yang sempat terjadi di bursa Wall Street ikut memperburuk kondisi ini.

Hal itu menyebabkan euro terjungkal ke titik terendah dalam 14 bulan terakhir sebelum akhirnya membaik di akhir pekan. Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), euro membaik ke posisi 1,2755 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,2644 dolar. Euro sempat menyentuh 1,2529, yang merupakan terendah sejak 5 Maret.

“Penguatan dolar AS dan kemerosotan yang terjadi di pasar saham global telah meruntuhkan sentimen investor berkaitan dengan kondisi ekonomi di Uni Eropa dan ketidakpastian global,” ujar Sokou.

“Harga komoditas terutama digerakkan oleh volatilitas di pasar uang, ketimbang hal lainnya,” ujar Andrey Kryuchenkov, analis dari VTB Capital.

Harga minyak light sweet pengiriman Juni tercatat turun ke level US$ 78,55 per barel pada akhir pekan ini, dibandingkan pekan lalu di level US$ 85,62 per barel. Sementara minyak Brent juga turun ke US$ 78,55 per barel, dibandingkan pekan sebelumnya di level US$ 87,03 per barel.

Harga-harga logam dasar lainnya turun tajam. Harga tembaga untuk pengiriman 3 bulan turun ke 6.890 per ton, dibandingkan pekan sebelumnya di US$ 7.399 per ton. Harga aluminium juga turun ke US$ 2.090 per ton, dibandingkan pekan sebelumnya di US$ 2.207 per ton. Timah juga turun dari US$ 2.205 per ton menjadi US$ 2.090 per ton.

Namun harga emas yang dianggap sebagai tempat lindung paling aman menghadapi gejolak justru terus membubung. Pada perdagangan Jumat di London Bullion Market, harga emas melonjak ke 1.202,50 per ounce, dibandingkan pekan sebelumnya di 1.179,25.

Harga biji-bijian dan produk perkebunan juga tak luput dari efek tersebut.

“Pelemahan juga menerpa keseluruhan pasar komoditas. Pasar perkebunan juga mendapatkan tekanan karena ketidakpastian makro ekonomi, stabilnya dolar dan melemahnya pasar luar membuat pasar komoditas melemah,” ujar Sudakshina Unnikrishnan, analis dari Barclays Capital.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.