Sunday, October 22, 2017

GTZ: Kurang Keterlibatan Swasta Dalam Pengembangan Energi Angin

May 28, 2010 by  
Filed under Featured, Wind Power

Laporan Program Energi Angin TERNA (Technical Expertise for Renewable Energy Application) bersama GTZ menyimpulkan masih kurang keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan energi angin di Indonesia. Laporan itu merupakan bagian kertas paparan kerangka kerja kebijakan energi, analisa 16 negara November 2009.

“Kurangnya keterlibatan sektor swasta ini dikarenakan kurangnya pendanaan dan masalah harga. Pemerintah masih mensubsidi bahan bakar fosil. Sedang dari sisi pendanaan, karena biaya investasi awal masih tinggi. Ini dikarenakan teknologi energi angin di Indonesia masih pada tahap awal sehingga biayanya lebih tinggi,” tulis laporan Deutsche Gesellschaft fuer Technical Zusammenarbeit (GTZ) yang energiterbarukan.net peroleh dalam pekan ini.

http://newenergyandfuel.com/wp-content/uploads/2009/03/siemans-low-wind-speed-turbine.jpg

Tahap awal energi angin itu terlihat dari masih terbatasnya pemanfaatannya di daerah perdesaan serta daerah pedalaman dan sejauh ini masih belum ada yang terhubung ke jaringan perusahaan listrik (grid-connected). Selain itu dari sisi teknologi, Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) masih pada tahap prototip.

Laporan itu mengungkapkan meski dari segi pendanaan pemerintah terbatas, sumber-sumber pendanaan lain tersedia seperti pendanaan bilateral maupun multilateral. Laporan itu juga menyebutkan adanya sejumlah kesempatan bagi pengembangan proyek energi angin tersebut.

Laporan GTZ menyebut Pemerintah Indonesia memiliki program promosi energi angin yang jelas. Mengutip sumber dari Asosiasi Energi Angin Dunia (WWEA) pada tabel 12, laporan itu menjelaskan Peta Jalan Energi Angin Berdasarkan Kebijakan Cetak Biru Energi (Indonesia) Tahun 2005-2025.

Pada peta jalan itu tampak untuk kisaran tahun 2010-2015, dari sisi penelitian dan pengembangan (R&D) ada pemetaan dan potensi energi angin regional serta akan fokus pada generator magnit permanen kecepatan rendah, advanced air foil, bahan-bahan ringan dan sistem kontrol. Dari sisi teknologi, pengembangan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala menengah hingga 750 kiloWatt (kW).

Mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006, laporan itu mengutip target Direktorat Jendral Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE) yang menargetkan pada tahun 2025 energi angin mencapai 250 MegaWatt (MW) terhubung ke jaringan dan 5 MW tidak terhubung (off grid).

Laporan itu menyebutkan, potensi energi angin di Indonesia diperkirakan mencapai 9.500 MW. Sementara kapasitas terpasang di akhir tahun 2008 baru 1,2 MW.

Energiterbarukan.net – Ditulis oleh Mega Christina

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.