Tuesday, May 23, 2017

Gas Dijatah, Daya Saing Industri Manufaktur Menurun

March 3, 2010 by  
Filed under BBG

JAKARTA –  Pemangkasan jatah 20% gas untuk sektor industri manufaktur akan mengurangi daya saing, terutama industri pupuk dan keramik yang sangat membutuhkan gas. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun menyalahkan kebijakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tidak berpihak pada kepentingan nasional.

“Kita menyoroti kebijakan ESDM nggak pernah beres,” cetus Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Moneter, Fiskal, dan Kebijakan Publik Haryadi Sukamdani, Selasa (2/3).  Menurutnya, ketidakberesan kebijakan Kementerian ESDM dikarenakan mereka tidak punya rencana jangka panjang yang jelas.

Haryadi menilai kebijakan pemerintah tidak berpihak pada kepentingan nasional. Ia kemudian mencontohkan bahwa Thailand saja tidak mengekspor gasnya melainkan untuk digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.

Menanggapi soal surcharge kelebihan kuota pemakaian gas, Haryadi menganggap kebijakan tersebut malah membebani industri. “Bukannya di-support malah ditambahin beban,” ujarnya.

Untuk ke depan, ia menuntut agar kebutuhan gas diprioritaskan untuk kepentingan nasional terlebih dahulu. “Kepentingan kontrak luar negri nggak usah saja,” pungkasnya.

Yang pasti Haryadi meyakini kontribusi industri manufaktur terhadap PDB akan menurun, namun ia belum bisa memberikan angka pasti.

Media Indonesia
Marchelo

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.