Sunday, October 22, 2017

Gas bagi PGN sudah Habis

March 5, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

RENCANA pemerintah untuk mengatasi defisit gas yang dialami PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terancam menghadapi jalan buntu. PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengungkapkan seluruh produksi gas Offshore North West Java (ONWJ) di laut utara Jawa sudah dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk PT Pupuk Kujang dan pembangkit listrik PT PLN (persero).

Juru bicara PHE, Ali Mundakir, di Jakarta, kemarin mengatakan produksi gas ONWJ sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan PT PGN dan industri lainnya. “Gas buat PGN sudah habis,” tegasnya. Sebagai gantinya ia menyarankan PGN mengambil gas dari sumber gas yang ada melalui sistem pipa transmisi Sumatra-Jawa (South Sumatra-West Java/SSWJ). Kontrak gas ONWJ ke PGN sebesar 30 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) yang berjalan sejak 1996 sudah berakhir pada 31 Desember 2009. Namun, PGN meminta perpanjangan kontrak. “Kami telah perpanjang dua bulan atau sampai 28 Februari 2010. Setelah itu, kontrak habis,” katanya.

Kepala Badan Pengelola Usaha Minyak dan Gas (BP Migas) R Priyono mengaku sulit mendapatkan pasokan gas bagi PGN bila hanya mengandalkan dari PHE. Oleh karena itu, pasokan bagi PGN harus diupayakan dari sumber lain seperti lapangan gas Tangguh di Papua ataupun Kilang Bontang di Kalimantan. Namun lagi-lagi solusi itu sulit direalisasikan karena keterbatasan infrastruktur untuk mengalirkan gas dari kilang itu ke pipa PGN di Jawa, “Kalau masalah kontrak habis, mudah saja, perpanjang saja kontraknya. Tapi masalahnya adalah gasnya tidak ada,” ujar Priyono.Berbagai kalangan mengatakan masalah pasokan gas itu akan menekan target pertumbuhan industri tahun ini dari 2,1% menjadi hanya 1,7%.

Tax holiday

Masih terkait dengan industri, Menteri Perindustrian Ir MS Hidayat mengaku pihaknya akan menyiapkan tax holiday (pembebasan pembayaran pajak untuk sementara) bagi industri pengolahan.”Itu (tax holiday) bukan program resmi, tapi hal itu penting untuk menggalakkan sektor industri semisal industri pengolahan, khususnya agroindustri,” katanya di Surabaya, Rabu (3/3).Menteri yang juga Ketua Umum Kadin itu mengatakan cara seperti itu juga dilakukan berbagai negara maju untuk menarik minat investor asing dan dalam negeri.Ia menambahkan masalah itu memang tidak diatur dalam UU Perpajakan, tapi diaturdalam UU Penanaman Modal. “Karena itu, nantinya akan kami rumuskan aturan baru yang mendukung masuknya investasi kepada industri pengolahan,” tandasnya.

Media Indonesia

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.