Tuesday, January 17, 2017

Farm In Ke Blok Mahakam Diharapkan Selesai Semester I

March 19, 2010 by  
Filed under BBM

PT Pertamina (Persero) berharap rencana farm in perusahaan ke Blok Mahakam yang dioperatori oleh Total E&P Indonesie dituntaskan pada semester I/2010, dengan catatan keputusan pemerintah terkait proposal opsi farm in perusahaan disetujui pada April.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan perusahaan sudah mengajukan proposal kepada pemerintah yang berisi beberapa opsi. Namun, dia tidak menyebutkan detil opsinya. Menurut dia, Pertamina berharap pemerintah bisa memutuskan opsi yang bisa dilakukan perusahaan pada April, untuk selanjutnya membuka negosiasi business to business dengan Total.

“Saya tidak bisa katakan opsinya seperti apa. Tetapi pemerintah tinggal memilih opsi A atau B karena itu juga ada keterkaitan dengan pemerintah. Setelah pemerintah memilih salah satu opsi, kami akan negosiasi dengan Total. Kami mengharapkan keputusan diambil pemerintah April ini,” tuturnya hari ini.

Karen mengatakan dengan dibukanya negosiasi tersebut, dia berharap proses farm in perusahaan bisa dituntaskan pada semester 1/2010. Pertamina, tuturnya, mengharapkan bisa masuk ke blok tersebut sebagai pemegang hak partisipasi sebesar 15%–25%.

“Kalau bisa semester satu kita sudah masuk di sana atau setidaknya semester dua tahun ini. Tetapi kalau bisa lebih cepat, mengapa tidak,” ujarnya.

Karen menjelaskan untuk akuisisi saham Blok Mahakam perusahaan sudah menganggarkan sejumlah dana. Dana tersebut, tuturnya, disiapkan dari internal dan juga eksternal perusahaan.

“Dananya kombinasi dari internal dan eksternal. Berapa nilainya belum bisa diungkap. Yang jelas kami akan maju sendiri, tidak akan mencari mitra,” katanya.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan pemerintah memang telah menerima sejumlah opsi dari Pertamina. Namun, katanya, untuk memutuskan opsi mana yang akan ditempuh, pemerintah masih memiliki waktu hingga 2017 sebagai batas akhir masa perpanjangan bagi Total E&P Indonesie.

“Soal April itu kan permintaan dari Pertamina. Kami akan membahasnya terlebih dahulu karena toh sebenarnya kita masih punya waktu hingga 2017,” jelasnya.

Karen Agustiawan mengatakan alotnya pembahasan farm in di Blok Mahakam wajar terjadi karena blok tersebut merupakan aset besar bagi Total. “Misalnya kami punya wilayah operasi di Azerbaijan yang portofolionya merupakan 50% dari total aset, pasti tidak mau bagi ‘kue’. Itu wajar dan kami mengerti. Tetapi, ini kita bicara soal aset kita di Indonesia dan mereka harus mengerti itu.”

Terkait kontrak pembelian LNG dari Blok Mahakam antara Total dengan para western buyer, Karen memastikan masuknya Pertamina ke Blok tersebut tidak akan mempengaruhi komitmen pembelian yang sudah ada. “Western buyer itu yang penting LNG-nya ada. Siapa operatornya mereka tidak penting. Itu hanya isu,” ungkapnya.

Sebelumnya, isu kepastian mengenai operatorship Mahakam dikabarkan menjadi salah satu conditions of precedence yang dipertanyakan western buyer terkait perpanjangan kontrak LNG pasca-2011. Western buyer dijadwalkan akan menerima 25 juta ton LNG dalam 10 tahun pada perpanjangan kontrak yang hingga kini masih dalam pembahasan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.