Friday, January 20, 2017

ESDM ‘Bermuka Dua’ Soal Tarif Listrik Baru Pelanggan Kaya

February 17, 2010 by  
Filed under BBG, BBM, Featured

Tarif Listrik PLN

Tarif Listrik PLN

Kementerian ESDM meminta PLN menunda penerapan tarif baru pelanggan kaya di atas 6.600VA. Padahal Kementerian ESDM diketahui telah mengeluarkan izin penerapan tarif baru pelanggan kaya tersebut.

Penerapan tarif baru untuk pelanggan 6.600VA ternyata sudah atas ijin Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono. Permintaan penundaan itu juga sebelumnya disampaikan oleh Purwono.

Izin dari Purwono tercantum dalam surat nomor 6013/20/600.3/2009 mengenai Penerapan Tarif Dasar Listrik (TDL) sesuai harga keekonomian yang ditandatangani Purwono.

Surat tertanggal 31 Desember 2009 tersebut merupakan tanggapan dari surat yang dikirimkan oleh Dirut PLN dengan Nomor 02795/262/DIRUT/2009 tertanggal 4 Desember 2009 mengenai usulan penerapan tarif non subsidi sesuai UU Nomor47 tahun 2009 tentang APBN 2010.

Dalam poin pertama surat tersebut, Purwono menyatakan sesuai dengan UU No 47 tahun 2009 tentang APBN 2010 pasal 8 ayat 2 huruf b menyatakan bahwa pengendalian anggaran subsidi listrik tahun anggaran 2010 dilakukan melalui penerapan tarif dasar listrik (TDL) sesuai harga keekonomian secara otomatis untuk pemakaian energi diatas 50 persen konsumsi rtata-rata nasional tahun 2009 bagi pelanggan rumah tangga
(R), bisnis (b) dan publik (p) dengan daya mulai 6.600 VA ke atas.

“Penerapan TDL sesuai harga keekonomian tersebut dapat dilakukan mulai pemakaian listrik bulan Januari tahun 2010 sampai dengan Desember 2010,” kata Purwono dalam salinan suratnya yang diperoleh detikFinance, Rabu (17/2/2010).

Dalam surat tersebut, Purwono meminta agar PT PLN (Persero) melakukan persiapan sebaik-baiknya untuk mensosialisasikan penerapan TDL sesuai harga keekonomian tersebut kepada masyarakat.

Selain itu,  PT PLN (Persero) juga diminta untuk melengkapi surat keputusan direksi mengenai penerapan TDL sesuai harga keekonomian dengan mengacu UU No 47 tahun 2009.

“PT PLN Persero agar melaporkan pelaksanaan penerapan TDL sesuai harga keekonomian tersebut setiap Triwulan,” kata Purwono.

Surat tersebut tidak memuat permintaan agar PLN meminta izin dari DPR. Padahal izin dari DPR inilah yang belakangan dipermasalahkan. DPR juga meminta PLN menunda dengan alasan belum meminta izin Komisi VII DPR RI.

Atas dasar surat tersebut, Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan menerbitkan SK Direksi Nomor 313.K/DIR.2009 tertanggal 31 Desember mengenai Ketentuan Pelaksanaan Penghematan Pemakaian Tenaga Listrik oleh Pelanggan PT PLN (Persero) melalui penerapan TDL sesuai harga keekonomian.

Pada tanggal 8 Januari 2010, Dahlan menerbitkan surat Nomor 00036/160/DIRUT/2010 kepada seluruh General Manager di seluruh Indonesia.

Dalam surat tersebut, Dahlan meminta agar seluruh GM untuk melakukan sosialisasi SK Direksi  tersebut di lingkungan internal masing-masing sampai ke tingkat front liner.

“Mencermati dengan baik kesiapan internal yang terkait dengan penerapan keputusan direksi tersebut terutama akurasi pencatatan meter, pengolahan data dan petugas pelayanan pelanggan,” kata Dahlan dalam suratnya.

Khusus sosialisasi untuk pelanggan yang terkena kebijakan ini yaitu pelanggan R2,R3, B2, P1 dan P3 dengan daya di atas 6.600 VA. Dimana masing-masing pelanggan tersebut harus  memberikan surat pemberitahuan secara langsung dan dipastikan sampai ketujuan disertai dengan contoh perhitungan tagihan listrik sesuai ketentuan SK direksi tersebut serta himbauan dan tips hemat listrik.

Para GM juga diminta untuk melaporkan realisasi pelaksanaan SK Direksi tersebut setiap bulan kepada direktur operasi terkait dengan tembusan kepada direktur Bisnis dan Manajemen Risiko.

“Memastikan surat pemberitahuan kepada para pelanggan tersebut sudah diterima oleh pelanggan terkait pada minggu ke tiga bulan Januari 2010 karena akan segera dilakukan uji petik ke pelanggan terkait oleh pemerintah,” kata Dahlan dalam salinan suratnya.

DetikFinace.Com

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.