Saturday, October 21, 2017

Elnusa bidik proyek geosciences US$296 juta

December 4, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Energi ;  PT Elnusa Tbk membidik proyek baru dengan nilai investasi sekitar US$296 juta yang sebagian besar merupakan proyek untuk divisi geosciences.

Vice President Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra mengatakan hingga awal Desember ini pihaknya sedang mengikuti tender untuk tiga divisi bisnisnya yakni geosciences, drilling, dan oilfield.

“Total tender baru yang sedang kami ikuti adalah US$296 juta. Dari angka itu sekitar 60%-nya merupakan tender geosciences, sementara sisanya masing-masing 20% untuk drilling dan oilfield. Pengumuman pemenang tender ada yang bulan ini,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Heru menyatakan optimistis bisa memenuhi target pendapatan tahun ini yang dipatok pada angka Rp4,02 triliun. Untuk tahun depan, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini menargetkan pendapatan sebesar Rp5,50 triliun.

Perincian target pendapatan 2011 terdiri atas jasa hulu migas terintegrasi (geosciences, drilling, oilfield) sebesar Rp3,60 triliun, jasa hilir migas sebesar Rp1,65 triliun, dan jasa penunjang hulu migas sebesar Rp353 juta.

Hingga September 2010, kata Heru, total tender yang sudah digenggam pihaknya mencapai US$357,6 juta. Dari angka tersebut US$226 juta merupakan proyek tahun ini, sementara sisanya US$131,6 juta menjadi proyek yang akan dilaksanakan tahun depan.

“Tahun depan kami juga menyiapkan rencana pertumbuhan bisnis anorganik. Namun kami belum bisa menyebutkan pengembangannya seperti apa dan besaran dana yang disiapkan berapa,” ujarnya.

Terkait dengan rencana belanja modal tahun depan, Elnusa mengalokasikan dana sebesar US$100,2 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan seismic transisi dan pendukungnya, peralatan drilling support, dan peralatan snubbing & barge related.

Jika diperinci besaran belanja modal Elnusa di 2011 terdiri atas investasi jasa hulu migas untuk geosciences sebesar US$35,65 juta, oilfield sebesar US$54,95 juta, dan drilling sebesar US$9,59 juta.

“Pendanaan untuk capex [capital expenditure] 2011, 70%-nya berasal dari pendanaan eksternal seperti pinjaman bank, sedangkan sisanya berasal dari internal,” kata Heru.

Untuk realisasi belanja modal 2010, Elnusa mencatatkan sebesar US$29,68 juta yang terbagi atas investasi oilfield service sebesar US$18,93 juta, divisi geosciences sebesar US$7,78 juta, dan divisi drilling sebesar US$7,78 juta.

Elnusa nyatanya juga sedang mempersiapkan rencana penerbitan medium term note (MTN) sebesar US$50 juta untuk pembiayaan modal kerja dan belanja modalnya. Rencananya surat hutang yang akan bertenor 5 tahun itu akan dikeluarkan akhir kuartal II/2011.

Belum lama ini, Elnusa melalui salah satu unit bisnisnya, geoscience services, memperoleh kontrak proyek transition seismic acquisition senilai US$24,48 Juta. Proyek tersebut akan dikerjakan pada dua blok di Papua Barat selama 6 bulan mulai akhir September 2010.

Perseroan akan mengerjakan kontrak tersebut melalui pola joint operation dengan perusahaan geoscience internasional terkemuka asal Perancis. Bagian pekerjaan perseroan meliputi penyediaan alat (recording and cable), support vessel, transportasi darat dan semua survei darat.

Heru menjelaskan porsi kontribusi pihaknya dalam pola joint operation proyek ini lebih tinggi dari dua proyek lain yang telah selesai digarap yakni di Papua Barat dan Kalimantan Timur.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.