Tuesday, January 17, 2017

Ekspor Gas Indonesia Hilangkan Devisa Negara Rp95,9 Triliun

May 4, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Mengekspor gas ke luar negeri sangat merugikan kepentingan nasional dan hanya menguntungkan kontraktor dalam jangka pendek. Nyatanya, ekspor gas hanya menghilangkan devisa negara sebesar Rp95,9 triliun pada 2009.

Hal tersebut diungkapkan mantan Direktur Perusahaan Gas Negara A Qoyum Tjandranegara dalam Forum Diskusi Terbatas bertajuk Pemanfaatan Alokasi Gas Domestik Untuk Ketahanan Gas Nasional, Hotel Alia, Jakarta, Sabtu (1/5). Mengekspor BBG membuat Indonesia kehilangan devisa yang sangat besar. Ini dikarenakan harga rata-rata BBGB (Bahan Bakar Gas Bumi) kini 50-55% harga BBM.

“Pada tahun 2009, harga minyak mentah US$61,7 per barrel sehingga menyebabkan devisa yang hilang sebesar Rp95,9 triliun. Pada 2008, negara kehilangan devisa sebesar Rp155,7 triliun,” ungkapnya.

Kontrak-kontrak migas yang saat ini dijalani terus merugikan negara. Contohnya, kontrak gas Tangguh. Menurut formula yang disepakati, harga gas lapangan di Papua tetap US$3,3 per juta kaki kubik (MCF). Padahal, harga internasional sudah US$15 per MCF.

“Kesimpulannya adalah tidak ada untung 1 sen pun jika kita mengekspor gas. Untuk apa kita tetap jual gas ke china yang hanya mebeli sebesar US$3 padahal harga internasional sebesar US$15? Ini jelas-jelas merugikan negara,” ujar Qoyum.

Dalam pertemuan tersebut hadir juga pengamat ekonomi Faisal Basri. Faisal mengungkapkan bahwa total cadangan gas bumi nusantara lebih dari 180 triliun kaki kubik (tcf), jauh di atas kebutuhan gas domestik dan ekspor yang mencapai sekitar 3 triliun tcf per tahun. Cadangan tersebut dapat diproduksi dalam jangka waktu 64 tahun.

“Namun sayangnya hampir 60% produksi gas kita diekspor dengan perjanjian jangka panjang. Tak sedikit pabrik pupuk, keramik, atau pembangkit listrik yang telantar gara-gara pasar ekspor lebih diutamakan,” jelas faisal.

saat ini telah ditemukan ladang gas Senoro sebesar 2,05 triliun tcf. Sedangkan sertifikasi yang dilakukan oleh Lemigas menunjukan 1,45 triliun tcf. “Terdapat kecenderungan dari kontraktor di sana utnuk mengekspor gas tersebut ke Jepang atau Korea Selatan. Padahal kandungan gas itu akan sangat bermanfaat apabila digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri,” katanya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.