Tuesday, March 28, 2017

Donggi-Senoro nego dengan Kogas soal 1 juta LNG

March 26, 2010 by  
Filed under BBG

PT Donggi-Senoro LNG (DS LNG) yang merupakan perusahaan patungan antara Mitsubishi, Pertamina, dan Medco tengah bernegosiasi dengan Kyushu Electric Power Co dan Korean Gas Corp (Kogas) untuk menyerap 1 juta LNG per tahun dari Donggi-Senoro yang ditinggalkan Kansai Electric Power Co.

Head of LNG Business Pertamina Harry Karyuliarto mengatakan negosiasi itu dilakukan setelah sebelumnya Kansai Electric menarik diri dari perjanjian head of agreement (HoA) jual beli LNG dengan DS LNG, yang mengalami ketidakpastian karena belum turunnya persetujuan final gas sales agreement (GSA) di sisi hulu dari pemerintah.

Kansai Electric semula akan menyerap sebanyak 1 juta ton LNG per tahun selama 15 tahun masa kontrak, setara dengan volume kontrak konsumen Donggi-Senoro lainnya, yaitu Chubu Electric Power Co.

“DS LNG masih negosiasi dengan Kyusu dan Kogas untuk menggantikan Kansai,” katanya lewat layanan pesan singkat hari ini.

Harry mengatakan dengan masuknya Kyusu dan Kogas, jumlah konsumen LNG DOnggi-Senoro kini terdiri dari tiga perusahaan. Menurut dia, Kyusu kemungkinan akan menyerap 0,3 juta ton per tahun, sedangkan Kogas akan menyerap 0,7 juta ton per tahun.

“Durasi kontraknya sama, 15 tahun,” ungkapnya.

Harry mengatakan terus tertundanya proyek Donggi-Senoro menyebabkan proyek kehilangan momentum untuk mendapatkan harga jual terbaik, sebagaimana sudah diperoleh dari Chubu. Pasokan LNG dunia yang kian melimpah membuat persaingan menjadi ketat.

“Pesaing sudah banyak sehingga harga lebih rendah,” jelasnya.

Semula, harga LNG Donggi-Senoro mendapatkan sloop formula harga 15,4% yang dinilai merupakan sloop terbaik untuk LNG yang akan dipasarkan mulai 2014 yang pasarnya bergerak ke arah tren buyer market.

Era buyer market ditandai dengan melimpahnya pasokan LNG karena mulai beroperasinya proyek-proyek LNG di seluruh dunia, yang sempat tertunda akibat krisis, di sisi lain pertumbuhan konsumsi tidak sebanding dengan pertumbuhan angka produksi tersebut sehingga harga jatuh.

Hingga kini, gas Donggi-Senoro masih tarik ulur antara harus dipasok seluruhnya ke domestik sebagian bisa diekspor untuk mendapatkan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Polemik tersebut bermula ketika mantan Wapres Jusuf Kalla membuat keputusan untuk pengutamaan pasokan gas untuk domestik yang mengalami defisit, di tengah status investor yang sudah terikat kontrak HoA dengan konsumen Jepang.

Ketika dimintai pendapatnya, Kepala Dinas Kilang LPG dan LNG BP Migas Agus Sapta Raharja mengatakan instansinya tidak ikut campur dalam urusan bisnis hilir karena tugas BP Migas hanya sampai kesepakatan jual beli gas di sisi hulu. “Soal bisnis hilirnya kami tidak ikut campur karena BP Migas urusannya hanya di bagian hulu saja.”

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, Kepala Divisi Jian-bang BP Migas melalui memo NO.0133/BPA3000/2009/ Sl tertanggal 26 Juni kepada seluruh Kadiv di BP Migas menyebutkan Lapangan Senoro akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dalam memo itu juga disebutkan proses-proses terkait pengembangan lapangan diminta agar tidak dilakukan terlebih dahulu sampai adanya kejelasan alokasi gas lapangan gas Senoro dan Donggi.

“Status terakhir hingga 5 Oktober Pengembangan lapangan menunggu keputusan pemerintah mengenai kepastian alokasi gas dari pengembangan lapangan Senoro dan Donggi,” sebut dokumen yang diperoleh kemarin.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.