Monday, July 24, 2017

Donggi-Senoro berpotensi meleset dari target

May 8, 2010 by  
Filed under BBG

Pemerintah mengakui proyek Donggi-Senoro berpotensi meleset dari target awal 2013—2014 karena persetujuannya juga tidak sesuai target semula, yaitu di awal 2010.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan apabila persetujuan dari pemerintah diberikan pada awal 2010, sebenarnya target awal produksi pada 2014 bisa dicapai. Namun, katanya, dengan molornya persetujuan dari pemerintah tersebut proyek hampir bisa dipastikan akan bergeser.

“Susah saya ngomongnya….Sebetulnya kalau ini [persetujuan] bisa diselesaikan di awal 2010 masih bisa 2014. Tapi sekarang sudah lewat dan ini pasti akan geser,” katanya hari ini.

Pemerintah, katanya, bertekad untuk bisa memberikan keputusan terkait dengan proyek tersebut dalam waktu dekat. “Kita harapkan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan segera kami putuskan. Kemarin Wapres minta data tambahan, tapi ya kita lihat saja nanti. Dengan ada tambahan data ini, mudah-mudahan bisa membuat ini lebih cepat.”

Direktur Proyek Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfoedz mengatakan pihaknya kini tinggal berharap dan menunggu keputusan dari pemerintah. “Kami menunggu saja keputusan dari pemerintah.”

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh mengatakan pemerintah akan merapatkan Donggi-Senoro pada Senin bersama Wakil Presiden Boediono. Menurut dia, keputusan tetap berada di tangan Wakil Presiden.

“Keputusan soal Donggi-Senoro tidak di level teknis tetapi di Wapres. Saya akan presentasi soal Donggi-Senoro berikut data tambahan yang dibutuhkan pada Senin kepada Wapres,” katanya.

Sebelumnya, tiga calon pembeli gas Donggi-Senoro dikhawatirkan mundur sebagai pembeli LNGDonggi-Senoro menyusul berlarut-larutnya keputusan dari pemerintah soal kelanjutan proyek tersebut. Ketiganya memberi tenggat waktu hingga bulan Juni kepada pemerintah untuk memutuskan mengenai investasi final proyek tersebut.

Ketiga calon pembeli tersebut, yaitu Kyushu Electric Power Co Inc, Korean Gas Corp (Kogas), dan Chubu Electric Power. Chubu telah memiliki kontrak pembelian 1 juta ton per tahun selama 15 tahun, sementara Kyushu dan Kogas akan menyerap LNG yang sebelumnya akan dibeli Kansai sebanyak 1 juta ton per tahun dengan pembagian masing-masing 0,3 juta ton per tahun untuk Kyushu dan 0,7 juta ton per tahun untuk Kogas.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.