Tuesday, January 17, 2017

Dollar AS Menguat, Harga Minyak Merosot

March 17, 2010 by  
Filed under BBM

Harga minyak merosot pada Senin (15/3/2010) waktu setempat (Selasa pagi WIB) di tengah menguatnya dollar AS dan kekhawatiran terhadap permintaan energi karena pedagang mengamati pertemuan produksi OPEC minggu ini.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman April, meluncur turun 1,44 dollar AS menjadi 79,80 dollar AS per barrel.  Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan April jatuh 1,50 dollar AS menjadi 77,89 dollar AS per barrel.

Menurut analis. setelah gagal untuk memecahkan 83 dollar minggu lalu, kontrak New York berada di bawah tekanan jual berat dengan harga diperkirakan turun lebih jauh lagi.

“Tingkat 80 dollar AS signifikan sehingga kemungkinan kita akan melihat penurunan terus selama beberapa hari,” kata Adam Sieminski, kepala ekonom energi di Deutsche Bank.

“Kami percaya harga lebih rendah karena kami berpikir dollar AS akan menguat, kami percaya pasar saham akan berjalan lebih netral dan fundamental yang mendasarinya masih relatif lemah,” katanya.

Dollar melambung tinggi terhadap euro pada Senin karena pedagang bersemangat menunggu sebuah pertemuan penting para menteri keuangan zona euro yang diperkirakan mengatasi krisis utang Yunani.

Unit AS juga mendapat kenaikan didukung status safe haven (tempat berlindung yang aman) karena melemahnya ekuitas global mendorong beberapa investor untuk menjual euro yang lebih berisiko.

Sebuah penguatan greenback cenderung mengurangi permintaan untuk minyak mentah yang dihargakan dalam dollar karena menjadi lebih mahal untuk pembeli yang menggunakan mata uang lemah.

Harga minyak pada Senin juga tertekan oleh data terbaru dari Amerika Serikat yang merupakan negara konsumen energi terbesar dunia. Produksi industri AS naik tipis 0,1 persen pada Februari, nyaris berhenti di tengah badai salju parah yang melumpuhkan banyak bagian kawasan dari Pantai Timur, berdasarkan data Federal Reserve, Senin.

“Harga minyak mentah jatuh… karena penguatan dolar AS, sementara investor tetap hati-hati jelang minggu yang sibuk pada angka ekonomi dan pertemuan OPEC di Wina,” ujar analis Sucden Myrto Sokou di London.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) secara luas diperkirakan untuk menjaga kuota produksi resmi di 24,84 juta barrel per hari pada Rabu.

Produsen terbesar kedua OPEC, Iran, Senin, mengatakan, kartel tidak meningkatkan produksi karena tidak ada tanda-tanda peningkatan permintaan dunia.

Kartel beranggotakan 12 negara itu bersama-sama pompa sekitar 40 persen dari persediaan minyak mentah dunia.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.