Thursday, March 30, 2017

Diwarnai Boikot Sri Mulyani, APBN-P 2010 Akhirnya Disahkan

May 4, 2010 by  
Filed under BBM

Jakarta – Setelah sempat diwarnai aksi walkout terhadap kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani, sidang paripurna DPR akhirnya mengesahkan APBN-Perubahan (APBN-P) Tahun 2010.

“Dengan ini rapat (paripurna) memutuskan untuk mengesahkan RUU 47 tentang perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010,” ucap Pimpinan Sidang Paripurna Anis Matta seraya mengetuk palu disertai gemuruh tepuk tangan anggota DPR RI di ruang Sidang Paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2010).

Sidang Paripurna pengesahan APBN-P 2010 ini diawali hujan interupsi dari para anggota dewan. Mereka menganggap kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak sepatutnya berada dalam rapat paripurna tersebut, karena beberapa anggota DPR menganggap Menkeu paling bertanggung jawab dalam kasus dana talangan (bailout) Bank Century. Rapat tersebut bahkan sempat diskors selama sekitar 1 jam.

Adapun perubahan termasuk asumsi dasar dalam APBN-P 2010 adalah:

  • Pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,8 %, naik dari APBN 2010 yang sebesar 5,3 %.
  • Inflasi meningkat menjadi 5,3% dari 5%.
  • Nilai tukar rupiah yang semula diasumsikan Rp 10.000/US$ turun menjadi Rp 9.200/US$.
  • Tingkat suku bunga SBI 3 bulan tetap 6,5 %.

Asumsi harga rata-rata minyak mentah ditingkatkan hingga US$ 80 per barel dari sebelumnya US$ 65 per barel. Perkiraan produksi minyak tetap 965 ribu barel per hari.

Target penerimaan negara ditingkatkan sebesar Rp 17,58 triliun menjadi Rp 992,82 triliun. Kenaikan terbesar berasal dari penerimaan pajak dalam negeri sebesar Rp 10,45 triliun, disusul penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 7,5 triliun.

Belanja negara berjumlah Rp 1.126 triliun naik dari sebelumnya Rp 1047,7 triliun. Dengan demikian APBN-P 2010 mengalami defisit sebesar Rp 133,7 triliun atau 2,1% PDB. Pembiayaan untuk defisit pada tahun ini akan bersumber dari pembiayaan non utang sebesar Rp 25.402 miliar dan pembiayaan utang sebesar Rp108.344,8 miliar.

Penerimaan perpajakan non migas dalam APBN-P 2010 adalah sebesar Rp 687,973 triliun atau mengalami kenaikan Rp 9,358 triliun dari yang diusulkan dalam RAPBN-P 2010 dengan tax ratio 11,9%. Sementara penerimaan migas disepakati sebesar Rp 215.020,3 miliar.

Subsidi energi dalam APBN-P 2010 disepakati Rp 143.997,1 miliar. Subsidi tersebut terdiri dari subsidi BBM, elpiji, BBN, dan Listrik. Subsidi BBM ditetapkan Rp 88,89 triliun, subsidi listrik Rp 55,15 triliun.

Sementara subsidi non energi dalam APBN-P 2010 disepakati sebesar Rp 57,265 triliiun.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.