Sunday, October 22, 2017

Ditjen Pajak Kantongi Setoran Pph Migas Rp 239.95 Triliun

June 4, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Jakarta – Penerimaan Pajak per 31 Mei 2010 mencapai Rp 215,545 triliun atau sebesar 35,6% dari target penerimaan pajak dalam APBN-P 2010 yaitu sebesar Rp 606,1 triliun.

Menurut Dirjen Pajak Mochammad Tjiptardjo menyatakan jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan periode yang sama dengan tahun 2009 sebesar Rp 189,315 triliun atau terdapat pertumbuhan sebesar 13,9%.

Sedangkan penerimaan Pajak plus PPh Migas sampai Mei 2010 sebesar Rp 239.958 triliun atau mencapai 36,3% dari rencana penerimaan pajak sesuai APBN-P 2010. Jika dibandingkan dengan realisasi penerimaan periode sama tahun 2009 sebesar Rp 210,693 miliar atau terdapat pertumbuhan sebesar 13,9%.

“Penerimaan ini sudah diperhitungkan restitusi. Restitusi sudah mencapai Rp 17 triliun. Tadi itu netto. Kalau Pajak Ditanggung Pemerintah (DTP) itu belum, DTP biasanya di akhir tahun,” ujar Tjiptardjo dalam jumpa pers di Kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Tjiptardjo menyatakan jika dibedah dari realisasi penerimaan PPh tanpa PPh Migas pertumbuhannya sebesar 7,9% lebih kecil dibanding realisasi PPN dan PPnBM yaitu sebesar 24,1%. Menurutnya, pertumbuhan yang lebih kecil tersebut disebabkan adanya pertumbuhan negatif PPh pasal 21 sebesar 5,7% karena untuk 2010 PPh pasal 21 tidak diwajibkan lagi memasukkan SPT tahunan menurut UU No.28 tahun 2007 tentang ketentuan umum perpajakan.

“Biasanya dulu memasukkan SPT. Dulu kalau ada kewajiban, biasanya ada kekurangan bayar. Nanti ini kita akan cermati,” ujarnya.

Selain itu, pertumbuhan negatif PPh pasal 23 sebesar 6,5% karena menurunnya volume transaksi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ditambah lagi dengan adanya pertumbuhan negatif PPh pasal 25/29 OP (orang pribadi) sebesar 23,3% karena pada tahun lalu masih terdapat tambahan penerimaan dari program Sunset Policy selama 2 bulan (Januari-Februari 2009), sedangkan tahun 2010 tidak ada program Sunset Policy.

“Ada pertumbuhan negatif terhadap pajak penghasilan fiskal luar negeri sebesar 78,5%, dikarenakan bertambahnya kepemilikan NPWP (nomor pokok wajib pajak), NPWP orang pribadi meningkat, karena itu persyaratan tidak dipungut fiskal ke luar negeri,” jelasnya.

Tjiptardjo optimis pihaknya bisa mencapai target penerimaan tersebut.

“Insya Allah, kita kerja keras, kalau bilang pasti bisa, ya nggak boleh, kita bekerja keras,” tukasnya.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.