Tuesday, January 17, 2017

Distribusi BBM Secara Tertutup Akan Diperluas

March 17, 2010 by  
Filed under BBM

Setelah sukses di Bintan tahun lalu, pemerintah merencanakan untuk menerapkan system pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara tertutup di Bangka dan Lombok pada tahun ini.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Jugi Prajogio mengatakan tahun lalu pemerintah sudah memulai sistem pendistribusian BBM bersubsidi untuk transportasi secara tertutup di Bintan. Sistem tertutup berbasis teknologi informasi dengan kartu pintar (smart card) di Bintan, tuturnya, akan diadopsi untuk daerah-daerah lain di Indonesia.

Tahun ini, kata Jugi, pemerintah akan menerapkan sistem distribusi BBM tertutup itu di Bangka dan Lombok. Implementasi sistem yang merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah, turunan dari UU APBN 2010, itu akan diterapkan pada pertengahan tahun. “Tahun ini akan diterapkan di Bangka dan Lombok, jadi secara bertahap diterapkan. Mungkin baru pertengahan tahun ini. Rencana ini sudah masuk dalam anggaran APBN 2010. Secara teknis akan mirip dengan Bintan,” katanya hari ini.

Sebelumnya, Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh merekomendasikan penataan pendistribusian BBM bersubsidi sebelum mengambil kebijakan kenaikan harga BBM, kendati dimungkinkan apabila RAPBN-P 2010 disetujui DPR. Dalam RAPBN-P 2010 pemerintah mengusulkan perubahan asumsi Indonesian Crude Price dari US$65 per barel menjadi US$77 per barel.

Dalam kaitan pengendalian subsidi BBM, pemerintah juga mengusulkan adanya ambang batas kemampuan APBN untuk menoleransi pergerakan harga minyak mentah, yaitu asumsi ICP ditambah 10% terhadap ICP tersebut atau setara dengan US$84,7 per barel. Artinya, berdasarkan APBN pemerintah dimungkinkan menaikkan harga BBM bersubsidi apabila harga ICP sudah berada di atas US$84,7 per barel.

“Dari kami tetap mengutamakan langkah-langkah penertiban semacam ini, sehingga subsidi BBM itu menjadi tepat sasaran sehingga seoptimal mungkin kenaikan harga itu bisa dicegah,” katanya.

Pemerintah menargetkan pelaksanaan sistem pendistribusian tertutup BBM bersubsidi berbasis smart card tuntas pada 2014. Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo sebelumnya mengatakan program penataan distribusi BBM bersubsidi dimulai pada 2009-2010, sedangkan implementasi secara menyeluruh dan bertahap akan dilakukan mulai 2011 hingga 2014.

“Pemerintah akan melakukan pembicaraan dengan DPR untuk menetapkan jumlah penerima BBM bersubsidi sesuai mekanisme distribusi tertutup pada akhir 2010,” tuturnya. Pemakaian smart card merupakan bentuk pengawasan distribusi BBM bersubsidi yang berbasis teknologi informasi. Mekanismenya berupa pencatatan dan perekaman realisasi penyaluran BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan barcode dan smart card sebagai identifikasi kendaraan bermotor dan konsumen.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.