Thursday, July 27, 2017

Disiapkan 3 Opsi Batasi BBM Subsidi agar tepat sasaran

April 23, 2010 by  
Filed under BBM, Featured

Berdasarkan Plat Mobil  – Tahun Keluaran  –  dan  CC

JAKARTA – Pemerintah terus mengupayakan mencari cara agar BBM subsidi jatuh ke tangan yang tepat. Kepada wartawan, Kamis (22/4), Dirjen Migas Evita Legowo saat ditemui di DPR RI, mengatakan bahwa pemerintah telah membuat road map penyaluran BBM subsidi kepada yang berhak dan akan dilaksanakan mulai tahun 2011 mendatang.

Namun mulai tahun 2010 ini, akan dilakukan berbagai ujicoba untuk menemukan formula yang tepat bagi penyaluran BBM bersubsidi tersebut. ‘’Agar nantinya masyarakat tidak gagap. Yang sudah kita lakukan adalah membuat roadmap agar BBM subsidi itu jatuh pada yang berhak. Itu kita rencanakan jalan di 2011-2014. Untuk 2010 ini baru dalam rangka penataan dulu. Kita inginnya langkah tersebut tidak menggunakan sarana yang mahal. Tapi dengan sarana yang sederhana tetapi tercapai tujuannya,’’ kata Evita.

Tiga opsi telah disiapkan pemerintah. Opsi pertama kata Evita adalah BBM bersubsidi hanya boleh dikonsumsi oleh kendaraan plat kuning.’’Cara ini kan gampang. Semua masyarakat bisa melihatnya. Tapi ini juga tidak bisa langsung, harus bertahap,’’katanya.

Opsi kedua yang ditawarkan pemerintah adalah pembatasan pemberian BBM bersubsidi bagi kendaraan yang tahun keluarannya diatas tahun 2000. Evita menjelaskan, dasar pemikiran pemerintah terhadap opsi ini adalah sebagian besar mobil keluaran di atas tahun 2000 memiliki syarat penggunaan bensin dengan oktan di atas 88.’’Jadi sebenarnya menguntungkan pemilik mobil juga. Kita ini kan inginnya win-win solution juga, biar tidak rusak,’’katanya.

Sedangkan opsi ketiga yang disiapkan pemerintah adalah dengan melihat CC kendaraan. Pemerintah, kata Evita, tidak akan memberikan BBM bersubsidi untuk kendaraan dengan CC besar.

’’Jadi ada tiga opsi yang kita siapkan. Yakni keluaran, jenis kendaraan dan besaran CC. Tapi ini kan belum kita ujicoba. Kalau ujicoba tidak perlu menunggu DPR. Kalau pembicaraan berikutnya baru dengan DPR. Karena rencananya baru mulai 2011, jadi belum ada keputusan opsi mana yang digunakan. Sekarang masih kita pelajari’’katanya.

Hanya saja kata Evita, dari beberapa opsi ini, opsi pembatasan BB subsidi hanya untuk kendaraan plat kuning, lebih banyak diminati. Karena lebih memudahkan pemerintah dalam penentuan kualifikasi pemberian BBM bersubsidi.

‘’Tapi kitakan harus lihat dulu CC dan jenis kendaraan pribadinya juga. (Meski) banyak yang lebih mendukung opsi plat kuning. Soal tekhnis (penyaluran) untuk membedakan kendaraan, kita bisa pakai stiker besar. Nanti stikernya dari kepolisian,’’ kata Evita.

Meski baru tahap ujicoba memilih tiga opsi, Evita mengatakan bahwa pembatasan BBM subsidi sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena melalui pembatasan BBM subsidi ini, pemerintah akan mampu melakukan penghematan hingga 40 persen dari volume BBM bersubsidi yang dibiayai pemerintah.

‘’Harapan kami penghematannya bisa cukup besar. Bisa sampai 40 persen. Itu dari semuanya, gabungan dari volue bensin, solar dan minyak tanah bersubsidi. 40 persen itu untuk dua tahun percobaan. Makanya nanti mulainya di 2011,’’ katanya.

Untuk diketahui, dalam APBN 2010, volume subsidi BBM mencapai 36,5 juta kiloliter (KL). Jumlah ini tidak berubah dalam RAPBN-P 2010. Meski volumenya sama, nilai subsidi BBM diasumsikan meningkat dari Rp 68,7 triliun pada APBN 2010 menjadi Rp 89,3 triliun di APBN-P 2010. Hal ini dilakukan pemerintah guna menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi yang didistribusikan kepada masyarakat.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.