Tuesday, May 30, 2017

Dirut PLN pasrah soal jatah gas Donggi-Senoro

August 5, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akhirnya pasrah soal jatah alokasi gas dari lapangan Donggi-Senoro, Sulawesi Tengah, yang diperuntukkan bagi kepentingan dalam negeri.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan perusahaan setrum pelat merah itu memang mengharapkan bisa mendapatkan banyak gas dari Donggi-Senoro, mengingat kondisi pasokan gas pembangkit perseroan yang hingga kini masih mengalami kekurangan yang sangat memprihatinkan.

“Donggi-Senoro, pemerintah sudah memutuskan bahwa 70% untuk ekspor dan 30% untuk pemakaian dalam negeri. Namun, kelihatannya [PLN] tidak kebagian. Ya, tidak apa-apa. Saya tidak akan cengeng kalau memperjuangkan sesuatu,” kata dia, hari ini.

Dia mengakui BUMN listrik itu memang dituntut pemerintah untuk mampu memenuhi kebutuhan tenaga listriknya. Namun, tegasnya, banyak cara lain agar pembangkit PLN tetap bisa beroperasi walaupun tidak mendapatkan pasokan gas.

Ke depannya, tambahnya, PLN lebih banyak membangun pembangkit listrik berbahan batu bara sehingga tidak bergantung kepada bahan bakar gas. Menurut dia, perseroan memang kesulitan mengantisipasi pembengkakan biaya operasional pembangkit gas, terutama di Muara Tawar, Semarang, Gresik, dan Belawan, Medan.

Pasalnya, katanya, sejak awal, pembangkit tersebut sudah didesain sedemikian rupa menggunakan bahan bakar gas sehingga bila kesulitan pasokan gas harus digantikan dengan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mahal.

“Namun, kalau di Donggi, kita memang belum ada pembangkitnya. Jadi kalau misalnya tidak dapat gas, ya tidak apa-apa. Kita bikin pembangkit lain.”

Dia melihat untuk saat ini, investasi dan biaya operasi listrik yang paling murah memang berasal dari bahan bakar batu bara, yakni sekitar Rp500-Rp600 per kWh. Bila PLN membidik laba lebih besar, katanya, semua pembangkit yang beroperasi harus menggunakan batu bara meskipun listriknya hanya dijual Rp670 per kWh kepada masyarakat.

Dia menambahkan pembangkit listrik tenaga air juga terbilang murah karena setelah berproduksi tidak perlu biaya tambahan untuk operasional sehingga PLN bisa beli listriknya seharga Rp787 per Kwh.

Sementara itu, dia merinci biaya pokok penyediaan (BPP) listrik PLN dengan pembangkit berbahan bakar gas sebesar Rp900 per kWh, BBM sebesar Rp1.800, tenaga matahari dan angin untuk pemakaian 24 jam Rp2.500-Rp3.000 per kWh.

“Bahwa PLN masih banyak menggunakan bahan bakar minyak dari pada gas, itu benar, tetapi itu karena terpaksa. Pembangkit yang semestinya menggunakan gas, tetapi karena tidak dapat gas, terpaksa menggunakan BBM,” tutur Dahlan.

Seperti diketahui, PLN masih mengalami kekuarangan pasokan gas untuk pembangkitnya sehingga terpaksa memakai minyak sebagai bahan bakarnya, yang secara rata-rata memakan biaya 70% dari biaya pemeliharaan normal. Pasalnya, menurut BUMN listrik itu, biaya bahan bakar minyak memang lebih mahal sekitar tiga kali lipat untuk per satuan energi.

Sebelumnya, Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo mengungkapkan perolehan laba perseroan memang didukung oleh tambahan pasokan gas yang cukup baik sebagai bahan bakar pembangkit.

Menurut dia, penggunaan BBM untuk pembangkit memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perolehan laba perseroan. Dari satu pembangkit saja, katanya, bisa menimbulkan biaya tambahan hingga Rp4 triliun akibat kekurangan pasokan gas.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menetapkan bahwa alokasi Donggi-Senoro akan memasok domestik dengan proporsi sekurang-kurangnya 25% hingga 30% dengan mempertimbangkan tekno ekonomi proyek.

Keputusan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri ESDM No.4186/13/MEM.M/2010 tertanggal 17 Juni 2010 yang ditujukan kepada Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Surat itu juga ditembuskan kepada Wakil Presiden, Menko Perekonomian, Menteri BUMN, dan Dirut Pertamina

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.