Tuesday, January 17, 2017

Dewan Energi Nasional : Tingkatkan Harga Jual Listrik

March 20, 2010 by  
Filed under BBM

Dewan Energi Nasional (DEN) merekomendasikan peningkatan harga jual listrik menuju harga keekonomian dengan menyesuaian tarif listrik nasional dan regional terhadap harga jual listrik.

Ketua Harian DEN Darwin Zahedy Saleh mengatakan rekomendasi itu merupakan salah satu yang diajukan badan bentukan UU Energi tersebut untuk mengatasi krisis listrik. Menurut Darwin, harga jual listrik yang terlalu rendah menyebabkan minat investasi perusahaan swasta ketenagalistrikan surut.

“Perlu dibedakan antara tarif dan harga jual listrik. Selama ini, investor mengeluhkan besaran harga jual yang tidak mencapai keekonomian. Hal itu juga disebabkan oleh tarif listrik yang memang belum sampai pada keekonomiannya. Untuk itu, DEN merekomendasikan agar tarif listrik nantinya disesuaikan dengan harga jual listrik, terutama untuk konsumen kalangan mampu,” jelasnya hari ini.

Saat ini, tuturnya, pemerintah memang telah mempersiapkan rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan hal itu sudah tidak bisa dipedebatkan lagi. Untuk mengantisipasi efek negatif yang mungkin muncul, terutama di kalangan konsumen tidak mampu dan dengan daya terpasang rendah, pemerintah tengah mengemas kebijakan-kebijakan untuk melindungi konsumen tersebut.

Selain mengenai penyesuaian tarif listrik, Darwin mengatakan pengambilan keputusan pelaksanaan penanggulangan krisis memerlukan payung hukum. Penyediaan dana penanggulangan krisis listrik, juga disarankan bisa diperoleh dari berbagai sumber, pusat dan atau daerah, pendanaan swasta dan pendanaan luar negeri.

“Proyek 10.000 MW tahap satu dan dua juga harus dipercepat,” tegasnya.

Rekomendasi-rekomendasi itu, kata Darwin, dikeluarkan setelah beberapa anggota DEN melakukan kunjungan langsung ke daerah, yang meliputi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Berdasarkan hasil pantauan langsung itu, katanya, dihasilkan beberapa temuan penyebab krisis listrik, seperti kapasitas pembangkit tidak mencukupi, tidak terlayaninya pasokan listrik ke konsumen secara baik, infrastruktur, jaringan transmisi, distribusi yang tidak memadai dan uzur, keterbatasan dana untuk pembangunan pembangkit baru, biaya produksi tinggi, dan biaya sewa genset dan pengoperasiannya sangat mahal.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.