Sunday, July 23, 2017

Denmark Miliki Offshore Wind-Farm Terbesar Dunia

January 27, 2010 by  
Filed under Featured, Wind Power

Laut Utara, sekitar 30 km lepas pantai Denmark, kini menjadi ladang yang sangat subur untuk membudidayakan tenaga angin. Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) bernama Horns Rev II sudah diresmikan pengoperasiannya tahun lalu, saat benua Eropa memasuki musim gugur. KerajaanDenmark, sebuah negara Skandinavia yang hanya berpenduduk 5,5 juta jiwa, kembali mencatatkan rekor dengan mewujudkan proyek offshore wind-farm terbesar di dunia. Deretan 91 unit turbin angin berjajar rapi di tengah laut, untuk menghasilkan hingga 210 MW tenaga listrik yang dapat dialirkan ke 200.000 rumah tangga.

Proyek Horns Rev II dioperasikan oleh DONG Energy, sebuah BUMN milik Denmark, yang sudah berpengalaman lebih dari 30 tahun mengelola tenaga angin di Eropa. Proses konstruksi sendiri dimulai sejak Mei 2008, dan memang dijadwalkan untuk selesai bulan November 2009 ini. Waktu 18 bulan tersebut dipakai untuk memasang fondasi, tiang pancang, jaringan kabel, turbinangin , transformer platform dan platform kabin akomodasi, termasuk untuk proses commissioning. Finalisasi untuk operasional penuh secara komersial pun sudah terjadwal di bulan Januari 2010 mendatang.

Di area perairan yang diterpa angin dengan kecepatan rata-rata sedikit dibawah kisaran 10 m/detik, proyek Horns Rev II dibangun. Fondasi ditanam di dasar laut, dengan batuan pelapis untuk mencegah erosi dan pergeseran. Tiang pancang setinggi 30-40 m dengan diameter 3,9 m kemudian didirikan, dan disambung dengan bagian transisional yang menyembul ke permukaan air. Di bagian transisional inilah terdapat dek pendaratan perahu, dengan puncak platform berada 13 m di atas permukaan air. Platform tersebut menyangga turbinangin, dengan baling-baling berdiameter 93 m yang titik pusatnya berada 68 m di atas permukaan air.

Turbin angin bertipe SWP 2.3-93 buatan Siemens tersebut memiliki kapasitas output 2.3 MW, dengan disain yang kokoh sekaligus fleksibel untuk mengantisipasi ganasnya badai di laut lepas. Dengan demikian, setiap unit penuai bayu di Horns Rev II menjulang sampai ketinggian total 114,5 m di atas permukaan laut, sementara 30-40 m selebihnya tersembunyi di bawah air.

Sebuah jaringan kabel sepanjang 70 km juga ditanam di dasar laut, untuk menghubungkan pusat kontrol di transformer platform dengan 91 unit turbinangin yang tersusun rapi dalam 13 jalur. Dari ladang angin itulah, sebuah submarine cable akhirnya menghantarkan tenaga listrik ke daratan untuk bisa dikonsumsi masyarakat Denmark.

Keberhasilan Horns Rev II tersebut merupakan kabar baik untuk seluruh masyarakat Denmark. “Horns Rev II adalah suatu tonggak penting untuk mewujudkan ambisi jangka panjang pemerintah, yaitu melepaskan ketergantungan teradap bahan bakar fosil,” sebagaimana diungkapkan Connie Hedegaard, Menteri untuk Iklim &Energi Denmark, saat pemasangan turbin pertama pada tanggal 19 Maret 2009 tahun lalu.

Sumber :  majalahtambang.com

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.