Friday, January 20, 2017

Dahlan: Sulit hemat Rp8,1 triliun untuk jaga TDL

November 9, 2010 by  
Filed under BBG, Featured

Usaha pemerintah mendapatkan penghematan Rp8,1 triliun dengan menekan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik pada tahun depan sebagai bagian skenario tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik (TDL) 2011 sulit tercapai.

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Dahlan Iskan mengungkapkan upaya penghematan Rp8,1 triliun itu terutama diharapkan dengan adanya tambahan pasokan gas sebesar 100 juta kaki kubik per hari (MMscfd) mulai Januari 2011.

Namun, lanjutnya, berdasarkan rapat dengan Wakil Presiden Boediono pada pekan lalu yang juga membahas kesiapan semua pihak terkait untuk memenuhi komitmen pasokan gas tersebut, tidak mungkin PLN mendapat tambahan gas 100 MMscfd pada Januari 2011.

“Saya bukan pesimistis, tetapi memang penghematan Rp8,1 triliun itu tidak mungkin bisa tercapai. Pengecekan kesiapannya [pasokan] gas 100 MMscfd untuk PLN itu sudah dilakukan oleh Wapres dan semua tahu,” tutur dia kepada Bisnis, pagi ini.

Seperti diketahui, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh dan Komisi VII telah menyepakati tidak akan menaikkan TDL pada tahun depan.

Hanya saja, sebagai gantinya, pemerintah dan PLN harus melakukan sejumlah penghematan mencapai Rp8,1 triliun, melalui pemanfaatan tambahan pasokan gas 100 MMscfd atau ekuivalen dengan Rp2,5 triliun, dampak pembangunan LNG Receiving Terminal ekuivalen Rp2,3 triliun, efisiensi operasi Rp2,6 triliun, dan penurunan susut jaringan sekitar Rp0,7 triliun.

“Yang tidak bisa itu karena saya ragu kita betul-betul dapat gas seperti yang tertulis di situ, 100 MMscfd mulai Januari 2011. Saya sama sekali tidak optimistis bahwa gas itu bisa didapatkan,” terang Dahlan.

Dia memperkirakan tambahan pasokan gas 100 MMscfd yang rencananya akan digunakan untuk memunuhi kebutuhan ke PLTGU Muara Tawar, Bekasi, akan diperoleh PLN secara bertahap dan paling cepat mulai April 2011.

PLN, kata dia, sudah tidak berharap lagi soal gas pembangkit untuk mencapai penghematan Rp8,1 triliun itu karena kebijakannya ada di tangan pemerintah.

“Saat itu [rapat dengan Wapres], Menteri Keuangan mendengar sendiri bahwa tidak mungkin ada gas untuk PLN sesuai rencana, Januari 2011. Oleh karena itu, konsekuensinya kan beliau [Menkeu] sudah tahu sendiri,” tutur Dahlan.

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

You must be logged in to post a comment.